Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
17 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton

Incar Ternak Penduduk, Seekor Harimau Sumatera Ditangkap Balai Konservasi di Pesisir Selatan

Incar Ternak Penduduk, Seekor Harimau Sumatera Ditangkap Balai Konservasi di Pesisir Selatan
Harimau Sumatera yang tertangkap dalam perangkap yang dibuat BKSDA. (Humas Pessel)
Selasa, 14 Juni 2016 12:40 WIB

PAINAN - Seekor Harimau Sumatera kembali masuk perangkap di Pesisir Selatan. Sebelumnya Raja Rimba ini juga terkena jerat rusa di Nagari Mandeh bulan lalu. Harimau Sumatera memang masih banyak di kawasan Pesisir Selatan, karena kawasan ini masuk Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Harimau tersebut masuk perangkap milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat yang dipasang di Kampung Sungai Liku Atas Kec. Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan Jum,at sore (9/6/2016).

Menurut Kepala Kampung Sungai Liku Atas, Juprianto, penangkapan hewan buas ini dilakukan setelah BKSDA mendapat laporan dari warga tentang keberadaan Harimau yang sering tampak mendekati kampung.

"Cukup ramai masyarakat menyaksikan harimau tersebut ketika ditangkap. Bila hari sudah terlalu sore, barulah warga tidak diizinkan lagi mendekat karena dikhawatirkan akan bisa membuat harimau-harimau lainnya datang," ungkap seorang warga yang dibenarkan Kepala Kampung.

Menurut Juprianto, perangkap harimau tersebut dipasang BKSDA Sumbar sekitar sembilan hari lalu karena sebelumnya harimau itu sempat melukai ternak masyarakat.

"Kami memang khuatir akhir-akhir ini karena 'Inyiak Balang' (Harimau-red) itu sering menampakan diri dan membuat masyarakat takut," tutur Kepala Kampung Juprianto. (***)

Editor:Calva
Kategori:Olympic, Badminton
wwwwww