Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
24 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
2
Implementasi 'New Normal' Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
MPR RI
22 jam yang lalu
Implementasi New Normal Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
3
PMI Bebas dari Hukuman Mati, Gus Jazil: Diyat Rp15,2 Miliar Dibayar Laziz NU
Politik
17 jam yang lalu
PMI Bebas dari Hukuman Mati, Gus Jazil: Diyat Rp15,2 Miliar Dibayar Laziz NU
4
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Kesehatan
24 jam yang lalu
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
5
Viral Video PHK Massal Maskapai di Medsos, Lion Air: Bukan PHK tapi Pengurangan
Ekonomi
23 jam yang lalu
Viral Video PHK Massal Maskapai di Medsos, Lion Air: Bukan PHK tapi Pengurangan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Incar Ternak Penduduk, Seekor Harimau Sumatera Ditangkap Balai Konservasi di Pesisir Selatan

Incar Ternak Penduduk, Seekor Harimau Sumatera Ditangkap Balai Konservasi di Pesisir Selatan
Harimau Sumatera yang tertangkap dalam perangkap yang dibuat BKSDA. (Humas Pessel)
Selasa, 14 Juni 2016 12:40 WIB

PAINAN - Seekor Harimau Sumatera kembali masuk perangkap di Pesisir Selatan. Sebelumnya Raja Rimba ini juga terkena jerat rusa di Nagari Mandeh bulan lalu. Harimau Sumatera memang masih banyak di kawasan Pesisir Selatan, karena kawasan ini masuk Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Harimau tersebut masuk perangkap milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat yang dipasang di Kampung Sungai Liku Atas Kec. Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan Jum,at sore (9/6/2016).

Menurut Kepala Kampung Sungai Liku Atas, Juprianto, penangkapan hewan buas ini dilakukan setelah BKSDA mendapat laporan dari warga tentang keberadaan Harimau yang sering tampak mendekati kampung.

"Cukup ramai masyarakat menyaksikan harimau tersebut ketika ditangkap. Bila hari sudah terlalu sore, barulah warga tidak diizinkan lagi mendekat karena dikhawatirkan akan bisa membuat harimau-harimau lainnya datang," ungkap seorang warga yang dibenarkan Kepala Kampung.

Menurut Juprianto, perangkap harimau tersebut dipasang BKSDA Sumbar sekitar sembilan hari lalu karena sebelumnya harimau itu sempat melukai ternak masyarakat.

"Kami memang khuatir akhir-akhir ini karena 'Inyiak Balang' (Harimau-red) itu sering menampakan diri dan membuat masyarakat takut," tutur Kepala Kampung Juprianto. (***)

Editor:Calva
Kategori:Peristiwa, GoNews Group

wwwwww