Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
20 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
15 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
14 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
17 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
12 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
19 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Beladiri

Berkedok Bakso Ikan, Pengusaha di Meranti Bawa Daging Itik Ilegal dari Malaysia

Berkedok Bakso Ikan, Pengusaha di Meranti Bawa Daging Itik Ilegal dari Malaysia
Daging itik ilegal yang diamankan di Mapolres Kepulauan Meranti - ist
Senin, 25 Juli 2016 18:01 WIB
Penulis: Safrizal
SELATPANJANG - Pengusaha di Selatpanjang Kepulauan Meranti membawa daging itik dari Malaysia tanpa dilengkapi dokumen. Daging dalam ukuran banyak itu pun akhirnya diamankan di Mapolres Kepulauan Meranti.

Daging tersebut diamankan saat akan diangkut ke rumah salah seorang pengusaha di Selatpanjang. Daging dikemas dalam plastik bening lalu dimasukkan ke dalam dus.

Ada sekitar 6 dus besar yang sudah diamankan. Dikabarkan juga masih ada sekitar puluhan dus di rumah pengusaha tersebut.

Sementara pihak kepolisian belum mau mengeluarkan statemen terkait penangkapan daging ilegal ini. Untuk menceritakan kronologis penangkapan saja, pihak kepolisian terkesan enggan.

Meski sudah didatangi hingga ke depan ruangan kerjanya, Sat Reskrim Aditiya Warman SH pun belum mau berkomentar. Namun, melalui pesan singkat di Group WA Polres MERANTI & PERS, Aditiya meminta diberi kesempatan untuk pemeriksaan agar tidak salah dalam menjawab.

"Rekan2 pers sekalian..harap bersalar dl...agar tdk salah dalam memberikan keterangan beri kesempatan kpd kami utk melakukan pemeriksaan terlebih dahulu..," tulis Aditiya. ***

Kategori:Beladiri
wwwwww