Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
Peristiwa
15 jam yang lalu
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
2
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
Peristiwa
17 jam yang lalu
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
3
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
4
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Nasional
15 jam yang lalu
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Dipaksa Membeli Sejumlah Buku Pelajaran, Orangtua Siswa SD di Pelalawan Ngadu ke Dewan

Dipaksa Membeli Sejumlah Buku Pelajaran, Orangtua Siswa SD di Pelalawan Ngadu ke Dewan
Tulisan harga buku yang ditunjukkan oleh salah satu orangtua siswa SDN 012 Terusan.
Kamis, 28 Juli 2016 13:18 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Sejumlah orangtua siswa mengeluhkan jual beli buku pelajaran yang dilakukan pihak SDN 012 Terusan, Pangakalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau. Orangtua siswa mengaku keberatan dengan hal tersebut.

Salah satu orangtua siswa yang meminta namanya untuk tidak ditulis, mengaku diminta membayar hingga Rp 352 ribu untuk membeli sejumlah buku paket pelajaran.

"Katanya ada program Pelalawan Cerdas yang gratis itu, mana buktinya," tuturnya, kepada GoRiau.com usai rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPRD Pelalawan, Dinas Pendidikan (Disdik) Pelalawan, pihak sekolah dan PT Airlangga selaku penerbit buku, Kamis (28/7/2016).

Diungkapkan orangtua siswa ini, sejak awal tahun ajaran baru kemarin siswa diminta untuk membeli sejumlah buku paket pelajaran. "Ada 6 buku paket pelajaran yang harus dibeli," sebutnya.

Hal kurang lebih sama juga diungkapkan orangtua siswa lainnya. Orangtua siswa ini merasa terbebani dengan kondisi tersebut.

"Tentunya sangat berat bagi orangtua siswa tidaak mampu seperti saya. Makanya kami mengadukan persoalan ini ke DPRD Pelalawan, agar ada solusi," katanya singkat.(***)


wwwwww