Petani di Aceh-Sumut Bentrok, 3 Luka-luka
![]() |
| Ilustrasi [tempo] |
Penulis: Helmi
SINGKIL -Tiga orang mengalami luka-luka dalam bentrokan di wilayah perbatasan Kecamatan Danau Paris Kabupaten Aceh Singkil dan Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Kapolres Aceh Singkil AKBP Muhammad Ridwan, Rabu (31/8/2016) menyebutkan, akibat bentrokan itu tiga warga mengalami luka bacokan dan terkena benda tumpul. Tiga unit sepeda motor serta dua gubuk warga di Gampong Lae Balno ikut terbakar.
Insiden berdarah itu, katanya, terjadi pada Selasa (30/8/2016) sekira, pukul 14.00 WIB. Perkelahian terjadi antara masyarakat petani yang berjumlah kurang lebih 50 orang dari Desa Sarmanauli, Desa Saragih Barat, Desa Saragih Timur dan Desa Tambahan Nanjur Kecamatan Manduamas dengan sekelompok masyarakat Gampong Lae Balno, Kecamatan Danau Paris, Kabupaten Aceh Singkil.
“Dalam bentrokan itu mengakibatkan 3 orang korban mengalami luka-luka akibat senjata tajam dan senjata tumpul, serta terbakarnya 3 unit sepeda motor dan 2 buah gubuk milik kelompok masyarakat Gampong Lae Balno,” kata Kapolres Aceh Singkil AKBP Muhammad Ridwan.
Belum diketahui penyebab pasti bentrokan tersebut. Informasi sementara yang berhasil dihimpun GoAceh, perkelahian berawal dari sengketa batas wilayah, yang masing-masing mengakui lokasi lahan wilayah mereka.
Hingga berita ini dikirimkan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut dan Kabupaten Aceh Singkil dikabarkan akan melakukan pertemuan bersama kedua belah pihak untuk melakukan perdamaian terkait insiden itu.













