Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
14 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
13 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
20 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  PON

Wartawan Banyak yang Gak Bisa Nulis Berita

Wartawan Banyak yang Gak Bisa Nulis Berita
Wakil Wali Kota Subulussalam, Salmaza menyematkan tanda peserta pelatihan jurnalisik disaksikan Ketua PWI Subulussalam, Khalidin (kiri), Kamis (20/10/2016). [Khairul]
Kamis, 20 Oktober 2016 14:43 WIB
Penulis: Khairul

SUBULUSSALAM – Banyak orang yang bangga akan profesinya sebagai wartawan. Tapi anehnya, banyak juga wartawan yang tidak bisa menulis berita.

Hal tersebut terungkap saat Pelatihan Jurnalistik yang diadakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Subulussalam di Hotel Khairul Syah, Kamis (20/10/2016). “Wartawan yang tidak bisa menulis berita, sebaiknya dicoret saja namanya,” kata Pemateri pelatihan, Erwan Effendi.

Ia melanjutkan, kasus jurnalis yang tidak mampu menulis berita, banyak dijumpai. Ini merupakan hal sangat memalukan. “Ini jelas mencederai profesi wartawan,” ucapnya.

Pelatihan jurnalistik yang dibuka Wakil Wali Kota Subulussalam, Salmaza tersebut diikuti 43 siswa dari 17 SMA, tujuh diantaranya dari pondok pesantren.

Editor:Yudi
Kategori:PON
wwwwww