Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
15 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
14 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
16 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
21 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
12 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Badminton
Wonderful Indonesia 2016

"Sebatang Lidi Ringkih Untuk Patah Dibanding se-Sapu Lidi, Maju Serentak Tentu Kita Menang"

Sebatang Lidi Ringkih Untuk Patah Dibanding se-Sapu Lidi, Maju Serentak Tentu Kita Menang
Rabu, 09 November 2016 02:04 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Spirit kebersamaan, kekompakan, persatuan menjadi relevan di kompetisi World Halal Tourism Award 2016 (#WHTA2016) di Abu Dhabi, UEA. Menpar Arief Yahya sering mengibaratkan, sebatang lidi teramat ringkih untuk patah, dibandingkan sesapu lidi.

"Kalau kita solid, siapa sih yang tidak takut? Kalau tercerai berai, Malaysia pun bisa mengepot kita dengan mudah,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI saat transit di Dubai, UEA.

Baca Juga: Menpar Arief Yahya Instruksikan #MenangkanIndonesia di #WHTA2016

Logikanya masuk nalar. Pengguna internet Indonesia sudah lebih dari 100 juta orang, jauh lebih banyak dari penduduk Malaysia. Pengguna smartphone di Jakarta dan sekitarnya 1 : 1,9 orang. Statistik mengatakan, jika vote itu berbasis akun email, maka Indonesia wajib juara! Atau bisa dibaca, jika tidak juara itu termasuk kategori “kebangetan.” Karena itu, Menpar Arief Yahya meminta, kali ini suara Indonesia harus  betul-betul solid, demi Merah Putih.

Baca Juga: 2 Hari Lagi, Menuju Final World Halal Tourism Award 2016

"Silakan klik: voteindonesia.com. Lalu registrasi identitas personal Anda, lalu pilih 12 kategori terbaik milik Indonesia. Jadikan semua wakil Indonesia itu menjadi yang terbaik di dunia, karena pamor Word Best Halal itu akan membantu menaikkan branding wisata halal di tanah air,” kata Arief Yahya yang Mantan Dirut PT Telkom itu. Waktu kita terbatas, deadline 24 November 2016, tinggal 12 x 24 jam saja.

Baca Juga: Menpar Targetkan Sapu Bersih World Halal Tourism Award 2016

Satu hal yang mengagetkan Menpar Arief Yahya, ketika mendengar suara dari pesaing utama Malaysia unggul di 4 nomor utama, dari 11 kategori yang mereka ikuti, dengan jumlah voters yang jauh signifikan di atas perolehan suara Indonesia. Ada beberapa kemungkinan. Apakah semangat pendukung Indonesia mulai gembos? atau Negeri Jiran Malaysia yang makin smart dan sistematis? Atau dua-duanya?

Keempat kategori yang menyalip di putaran pertama itu adalah World's Best Family Friendly Hotel, Westin Kuala Lumpur nomor 1, dengan lebih dari 12 ribu suara, andalan Indonesia adalah The Rhadana Kuta, Bali di peringkat ke-2 dengan voters 9 ribua. Terpaut 3 ribuan? Padahal, ketika kompetisi halal tourism nasional yang digelar Tim Percepatan Wisata Halal Kemenpar, The Rhadana Kuta bisa mengantungi 66 ribu suara?

Baca Juga: Ini Nominator dari Indonesia pada World Halal Tourism Award

Lalu kategori World's Best Halal Honeymoon Destination, lagi-lagi Malaysia unggul dengan hampir 11 ribu suara. Andalan Indonesia, Sembalun Valley Region, West Nusa Tenggara berada di peringkat ketiga hanya 4 ribuan pemilih. “Terus kemana saja pasukan kita? Saat dibutuhkan untuk perang di dunia digital, kita tidak berkutik? Kita tidak melakukan perlawanan apa-apa?’ tutur Arief Yahya.  

Juga kategori World's Best Halal Destination. Malaysia mengantungi dukungan 4 ribuan suara. Sumatera Barat menjadi runner up dengan 3 ribuan suara. Angka itu, jauh dari catatan di kompetisi Halal Tourism Nasional. Begitu pun World's Best Halal Culinary Destination, Malaysia unggul dengan meraih 4 ribu suara, sedangkan Indonesia yang mengandalkan Sumatera Barat hanya di papan tiga, dengan hampir 3 ribu voters.

Empat kategori itu adalah yang paling diharapkan bisa mendrive destinasi Indonesia di pasar Halal Traveller. Yakni di Lombok, NTB, dan Sumatera Barat. Menpar Arief Yahya berharap, jangan sampai kita “layu sebelum berkembang” atau sudah gembos sebelum pertarungan yang sesungguhnya di #WHTA2016 ini. Kalau di kompetisi nasional saja bisa menembus 115 ribu voters, mengapa di level dunia justru tidak sampai 50%-nya?

"Ingat, kemenangan itu direncanakan! Yuk, bantu kita untuk kita! Dukung Indonesia untuk Indonesia," ajak Marketeer of The Year 2013 versi MarkPlus itu.

Kedua, selain soal spirit, juga terbukti ke-12 tim yang diendors Indonesia di ajang #WHTA2016 itu belum kompak, tidak saling support, hanya nge-vote kategori yang diikuti saja. Ini terlihat dari angka voters-nya, yang berbeda-beda. Garuda Indonesia misalnya, mendapatkan 14 ribu suara, dari total 25 ribuan suara Indonesia. Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh hanya mengantungi 5,5 ribuan suara? Mengapa bisa beda banyak? Berarti, tidak semua orang “mencoblos” 12 kategori yang diikuti oleh kontestan Indonesia.

Jadi ada dua hal yang sangat penting untuk modal 12 hari ke depan. Kita sedang gembos, dan kita sedang berjalan sendiri-sendiri. “Karena itu, sisa waktu ini harus kita manfaatkan semaksimal mungkin. Pertama harus bergerak, menggerakkan public untuk nge-vote. Kedua harus solid, one for all, all for one, Merah Putih. Contreng ke-12 wakil Indonesia, sebelum di submit,” jelas Arief Yahya.

Menpar meminta seluruh peserta untuk mengerahkan pasukannya, mengejar ketinggalan dan memenangkan pertaruangan dalam 12 hari ke depan. Targetnya, sapu bersih! Ketua Tim Pemenangan #WHTA2016 Don Kardono dan Wakil Ketua Vita Datau Messakh pun konsolidasi ke dalam lagi bersama anggota tim yang terdiri dari para rektor dan pimpinan akademi Pariwisata serta Politeknik Pariwisata yang berada di bawah kendali Kemenpar.

Apa strategi pemenangannya? “Rahasia!” jawab Don Kardono. Ada sedikit perubahan cara masuk ke landing page voting WHTA2016 itu. Sekarang lebih mudah diingat, cukup klik di: voteindonesia.com. Anda sudah masuk ke halaman pemungutan suara itu. Tidak harus di link bit.ly/VOTEIndonesia, yang terlalu panjang dan susah diingat. Setelah mengisi registrasi alamat email, maka bersiaplah menyumbangkan suara Anda di 12 kategori, yakni:

1. World’s Best Airline for Halal Travellers, Garuda Indonesia

2. World’s Best Airport for Halal Travellers, Sultan Islandar Muda International Airport, Aceh Indonesia

3. World’s Best Family Friendly Hotel, The Rhadana Hotel, Kuta, Bali, Indonesia

4. World’s Most Luxurious Family Friendly Hotel, Trans Luxury Hotel Bandung Indonesia

6. World’s Best Halal Beach Resort, Novotel Lombok Resort & Villas, Lombok, West Nusa Tenggara Indonesia

7. World’s Best Halal Tour Operator, Ero Tour, West Sumatera Indonesia

8. World’s Best Halal Tourism Website, www.wonderfullomboksumbawa.com, Indonesia

10. World’s Best Halal Honeymoon Destination, Sembalun Village Region, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia

11. World’s Best Hajj & Umrah Operator, ESQ Tours & Travel, Jakarta, Indonesia

13. World’s Best Halal Destination, West Sumatera, Indonesia

14. World’s Best Halal Culinary Destination, West Sumatera,  Indonesia

15. World’s Best Halal Cultural Destination, Aceh Indonesia

Setelah selesai semua, klik SUBMIT. Dan bila voting sudah lengkap terkirim akan mendapatkan notifikasi dari web respon langsung dan email. “Mari kita #MenangkanIndonesia #JuaraWHTA2016! Sekali lagi, waktunya sangat pendek, jangan ditunda untuk memenangi persaingan di Halal Tourism ini,” kata Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Kemenpar, Riyanto Sofyan. ***

wwwwww