Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
17 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton
Atasi Sampah di Bantargebang (bagian-1)

Atasi Sampah di DKI, Dinas Kebersihan Tambah 45 Alat Berat di TPST Bantargebang

Atasi Sampah di DKI, Dinas Kebersihan Tambah 45 Alat Berat di TPST Bantargebang
TPST Bantargebang. (istimewa)
Minggu, 27 November 2016 19:30 WIB
JAKARTA - Dinas Kebersihan melakukan penambahan alat berat Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Ini untuk mengoptimalkan pengelolaan TPST Bantargebang secara swakelola.

Penambahan ini ditargetkan dapat mengurai antrian dan memangkas waktu tinggal (dwelling time) truk sampah saat membuang sampah di tempat pengolahan sampah terbesar di Indonesia tersebut.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, pihaknya melakukan pengadaan sebanyak 45 alat berat untuk penanganan sampah di TPST Bantargebang. Pengadaannya mengunakan APBD Murni dan Perubahan 2016.

Rinciannya, Adji menjelaskan, alat berat berjenis Excavator sebanyak 18 unit, 14 unit Dozer, 2 unit Excavator Long Arm, 6 unit Wheel Loader dan 5 unit Refuse Compactor. "Alat berat ini menambah kekuatan 15 armada alat berat yang sebelum telah ada di TPST. Sehingga total kami mengunakan 60 alat berat di TPST Bantargebang. Semuanya sekarang sudah beroperasi," kata Adji.

Adji menjelaskan jumlah total alat berat yang digunakan unitnya saat ini sudah sama dengan jumlah alat berat yang digunakan pengelola swasta sebelumnya. Pihaknya optimistis dengan penambahan alat berat ini, maka lama antrian truk sampah di TPST Bantargebang tidak melebihi dari 3 jam, sehingga ritasi truk sampah dapat lebih optimal.

Kepala Unit Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (UPST) Dinas Kebersihan, Asep Kuswanto mengatakan, alat-alat berat tersebut digunakan untuk melakukan perapihan sampah di zona titik buang, perataan dan pemadatan sampah untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan dan kestabilan permukaan TPST.

Asep mengungkapkan, unit yang dipimpinan berupaya memperbaiki mengelola TPST Bantargebang. Pemprov DKI Jakarta, kata Asep, melakukan pengambil alihan (take over) pengelolaan TPST pada Juli 2016 dari pihak ketiga,  karena sebelumnya pengelolaan TPST Bantargebang dinilai tidak optimal.

"Kami berupaya melakukan pengelolaan dengan baik seacar swakelola. Saat ini, kami  sudah melakukan penambahan alat berat, perbaikan jalan di dalam TPST, perbaikan instalasi pengelolaan air sampah, dan membangun pencucian mobil. Yang terpenting kami akan menerapkan standar sanitary landfill yang benar," kata Asep. (rls)

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, DKI Jakarta
wwwwww