Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
17 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
14 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
19 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton
Atasi Sampah di Bantargebang (bagian-5)

Jalan Operasional TPST Bantargebang Dibeton

Jalan Operasional TPST Bantargebang Dibeton
Antrean mobil truk besar yang menuju ke Bantargebang. (istimewa)
Minggu, 27 November 2016 19:47 WIB
JAKARTA - Perbaikan jalan operasional di TPST Bantargebang juga menjadi prioritas kegiatan oleh Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta akhir tahun ini. Perbaikan jalan di TPST Bantargebang dimaksudkan untuk memperlancar mobilitas truk sampah menuju titik-titik buang.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan perbaikan jalan operasional di TPST Bantargebang dianggarkan dalam APBD Perubahan. "Volume pekerjaan lebih dari 500 meter kubik betonisasi. Saat ini sedang dikerjakan," katanya.

Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST) Dinas Kebersihan, Asep Kuswanto menjelaskan, pihaknya memilih jenis beton yang cepat kering. “Kita terapkan  metode speed create dari Holcim. Jadi malam kita beton, paginya bisa langsung open traffic sehingga tidak menggagun operasional pembuangan sampah di TPST.  Umur jalan bisa tahan lama. Jalannya juga akan lebih nyaman karena lebih lentur dan tidak keras seperti aspal," tutur Asep.

Asep mengungkapkan, unit yang dipimpinnya berupaya memperbaiki pengelolaan TPST Bantargebang. “Kami berupaya melakukan pengelolaan dengan baik. Pengelolaan secara swakelola harus lebih baik dari pengelolaan oleh swasta, baik secara teknis maupun lingkungan,” kata dia menegaskan. (rls)

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, DKI Jakarta
wwwwww