Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
21 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
16 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
15 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
13 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
18 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
20 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Badminton

Meski Masih Hitungan Hari, Pedagang Terompet Mulai Marak di Palembang

Meski Masih Hitungan Hari, Pedagang Terompet Mulai Marak di Palembang
Ilustrasi. (net)
Minggu, 25 Desember 2016 19:53 WIB
PALEMBANG - Pedagang terompet dan petasan di Kota Palembang, Sumatera Selatan, menjelang sepekan pesta pergantian tahun 2016 ke Tahun Baru 2017 semakin marak di sejumlah sudut kota serta kawasan pasar tradisional dan modern.

Berdasarkan pantauan pada hari Minggu (25/12/2016) tampak pedagang menjajakan terompet berbagai ukuran dan bentuk di emperan pertokoan, kios pedagang kaki lima, dan membuka lapak di trotoar dan pinggir jalan kawasan tertentu yang ramai dilalui warga kota setempat.

Pedagang terompet menjajakan barang dagangannya itu berdampingan dengan pedagang petasan dan kembang api Salah seorang pedagang terompet Angga mengatakan, setiap menjelang tahun baru bersama temannya menjalani usaha yang telah ditekuni sejak lima tahun terakhir.

Usaha berdagang terompet itu merupakan bisnis musiman yang memberikan penghasilan lumayan, karena setiap tahun sudah dipastikan 500 buah terompet dipesan langganan.

Mengenai harga jual terompet, bervariasi tergantung bentuk dan ukurannya mulai dari harga Rp12.500 hingga Rp20.000 per buah, katanya.

Sementara menurut Ferry salah seorang pedagang petasan dan kembang api di kawasan Puncak Sekuning Palembang, barang dagangannya itu cukup banyak dicari warga kota ini setiap menjelang pergantian tahun.

Menyambut pergantian tahun lama ke tahun baru, warga kota ini biasanya banyak membuat acara pesta malam tahun baru di rumah atau dipusat keramaian tertentu seperti kawasan objek wisata pinggiran Sungai Musi Benteng Kuto Besak dan Jembatan Ampera.

Penyambutan pergantian tahun "Old and New" akan semakin semarak jika ada suara dentuman petasan dan cahaya kembang api di udara di sekitar tempat acara pesta malam tahun baru itu.

Mengenai harga petasan dan kembang api yang ditawarkan di kiosnya bervariasi mulai Rp17.500 hingga Rp175.000 per buah tergantung jenis petasan dan bentuk kembang apinya, kata pedagang musiman itu.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:inilah.com
Kategori:Badminton, PON, Olympic, Sumatera Selatan
wwwwww