Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
21 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
17 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
15 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
14 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
19 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  PON

Peringati Tsunami, FUAS Aceh Selatan Buka Puasa Bersama

Peringati Tsunami, FUAS Aceh Selatan Buka Puasa Bersama
Forum Ukhuwah Aceh Selatan (FUAS) memperingati tsunami dengan mendengar tausiah keagamaan saat berbuka puasa di Lamnyong, Banda Aceh, Senin sore
Selasa, 27 Desember 2016 10:01 WIB
BANDA ACEH - Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam menumbuhkan rasa empati & memperingati hari duka cita. Salah satunya Forum Ukhuwah Aceh Selatan (FUAS) memperingatinya dengan berbuka puasa bersama sembari mendengar tausiyah keagaamaan terkait peringatan tragedi tsunami.

Untuk mengenang dan mengingat kembali akan tragedi tsunami 12 tahun silam, pemuda-pemudi Aceh Selatan yang terhimpun dalam FUAS adakan buka puasa bersama sembari mendengar tausyiah keagamaan oleh Ustadz Yasin Jumaidi (Pimpinan Dayah Pondok Pesantren Darul Hijrah), Senin (26/12/2016) sore di Nasi Uduk Kelapa Dua, Lamnyong, Banda Aceh.
 
Ketua Pelaksana, Riri Isthafa Najmi melalui siaran pers kepada GoAceh mengatakan, acara tersebut merupakan sebuah refleksi dan mengingatkan kembali akan sebuah tragedi 12 tahun silam. Banyak cara yang meski kita lakukan dalam memperingatinya. Salah satunya kita wajib berhikmah dan bersyukur dibalik setiap musibah yang melanda.
 
Hal senada pun juga disampaikan oleh Ustadz Yasin Jumaidi, bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mendapati yang namanya maut ataupun meninggal dunia. Setiap musibah pasti ada hikmahnya. Ketika musibah datang, wajib bersabar dan bersyukur. 
 
Beliau juga menambahkan bahwa Allah Swt sangat sayang kepada hambanya yang pandai bersyukur. "Ketika Dia memberi musibah kepada seorang hamba sedangkan dia pandai bersyukur, niscaya Allah Swt akan menambahkan rahmat dan nikmat yang tidak disangka-sangka. Allah Swt juga menggantinya dengan yang lebih baik daripada sebelumnya," pungkas Ustadz lulusan Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir itu.
 
Di sela-sela itu juga dihadiri oleh Ketua KAMMI Banda Aceh dan Unsyiah, Al Mujaddid dan Mou. Beberapa aktivis BEM UIN Ar-Raniry dan Unsyiah juga berhadir pada acara tersebut.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:PON
wwwwww