Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
18 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
4
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
16 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton

Anak Tentara Merampok Pakai Pistol Ayahnya

Anak Tentara Merampok Pakai Pistol Ayahnya
ilustrasi
Senin, 06 Februari 2017 11:32 WIB

TOKYO - Seorang anak tentara Amerika Serikat (AS) berusia 18 tahun melakukan perampokan disertai ancaman pistol di Okinawa, Jepang, Jumat (3/2/2017) pekan lalu.

"Seorang anak tentara marine AS berusia 18 tahun, Jumat lalu sekitar jam 5 pagi masuk ke dalam sebuah kafe dan merampok 10.000 yen setelah mengancam pemiliknya dengan pistol ayahnya," ungkap sumber Tribunnews.com, Senin (6/2/2017).

Peristiwa itu terjadi di Kota Uruma Okinawa yang berpenduduk 117.000 jiwa.

Jumat pagi itu seorang anak muda yang tinggal di Camp McTureous dari kompleks tentara angkatan laut, Marine Corps Base Butler, tiba-tiba memasuki sebuah kafe.

Usia merampok dengan ancaman menggunakan pistol ayahnya tersebut, sang pemilik segera menelepon polisi.

Setelah mendengar kesaksian dengan ciri-ciri pelaku dan menanyakan ciri-ciri tersebut kepada tentara AS lainnya, polisi mendapatkan identitasnya dan mendatangi rumahnya di Kota Uruma, sekitar 1,8 kilometer dari tempat kejadian.

Polisi menangkap sang anak yang mengakui telah melakukan perampokan tersebut sekitar satu setengah jam dari saat kejadian.

Banyak warga Okinawa membaca kasus tersebut pagi ini merasa marah kembali karena cukup banyak tindak pidana dilakukan tentara AS beserta keluarganya terhadap warga Jepang di Okinawa termasuk pembunuhan dan pemerkosaan.

Belum lagi menabrak orang karena menyetir kendaraan sambil mabuk.(tnc)

Editor:Arie RF
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Beladiri, Olympic, Badminton
wwwwww