Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
16 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
20 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
15 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
17 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
22 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
13 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Badminton

Inpassing 1.820 Guru Madrasah Non PNS di Riau Membutuhkan Dana Rp29 Miliar

Inpassing 1.820 Guru Madrasah Non PNS di Riau Membutuhkan Dana Rp29 Miliar
ilustrasi.
Kamis, 09 Februari 2017 13:27 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Inpassing guru madrasah non PNS di Provinsi Riau mencapai 1.820 guru. Dari total tersebut, diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp29 miliar.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau, Ahmad Supardi usai mengikuti rapat bersama Ketua Komisi VIII DPR RI, Ali Taher di aula Kanwil Kemenag Riau, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Kamis (9/2/2017) siang.

"Di Riau ada 1.820 guru yang inpassing. Tapi dananya belum," kata Ahmad Supardi kepada GoRiau.com di aula Kanwil Kemenag Riau, Kamis siang.

Ia pun berharap Itjen Kemenag dapat sesegera mungkin menuntaskan verifikasi inspassing guru madrasah non PNS di Riau. "Karena persetujuannya dari pusat. Jadi harus dicek," tuturnya.

Sementara itu, dikatakan Ketua Komisi VIII DPR RI, Ali Taher, saat ini ada sekitar 39.000 guru bukan PNS di Indonesia yang belum diverifikasi Itjen Kemenag.

Sedangkan, pembayaran tunjangan guru bukan PNS madrasah yang sudah inpassing totalnya mencapai 82.090 guru. Kebutuhan anggaran untuk membayar hutang itu pun diperkirakan mencapai Rp1,22 triliun.

"Tahun ini harus selesai diverifikasi, sehingga hutang pembayaran inpassing ini bisa dibayarkan. Terhitung 2015,2016 dan 2017," ungkapnya.

Dijelaskan Ali, verifikasi yang dimaksudnya ialah verifikasi by name by adress. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir double account (data ganda) dan pemalsuan.

"Kadang ada satu nama tapi dalam data masuk di tiga tempat yang berbeda," tandasnya. ***

Kategori:Voli, Riau, Umum, Badminton
wwwwww