Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
17 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton

Dapat Jabatan Baru, Irjen M Iriawan Bakal Tinggalkan Polda Metro Jaya

Dapat Jabatan Baru, Irjen M Iriawan Bakal Tinggalkan Polda Metro Jaya
Kapolda Metro Jaya, Irjen M Iriawan. (istimewa)
Kamis, 20 Juli 2017 23:40 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Beredar surat telegram rahasia Kepala Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) Jenderal Tito Karnavian, perihal mutasi sejumlah pejabat POLRI. Surat bernomor ST/1768/VII/2017 itu, salah satunya menyinggung posisi Kepala Polda Metro Jaya yang saat ini sedang dijabat Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Mochamad Iriawan. 

Dalam telegram tersebut, dijelaskan, Iriawan tidak lagi menjadi pimpinan tertinggi POLDA Metro Jaya. Dia akan digeser menjadi Asisten Operasional di Mabes POLRI.

Posisi yang ditinggalkan selanjutnya akan diisi Inspektur Jenderal Polisi Idham Azis, yang kini menjabat Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan POLRI.

Sementara posisi yang ditinggalkan Idham, ditempati Brigadir Jenderal Polisi Martuani Sarmin, yang kini menjadi Kepala POLDA Papua Barat. Jabatan yang ditinggalkan Martuani diisi Brigadir Jenderal Polisi Rudolf Alberth Rodja yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Provost Divisi Propam POLRI.

Kemudian, ada Sekretaris NCB Interpol Divhubinter POLRI, Brigadir Jenderal Polisi Naufal Yahya yang dipromosikan menjadi Wakil Kepala POLDA Kalimantan Timur. Jabatan yang kosong akan diisi Komisaris Besar Polisi Napoleon Bonaparte, yang sebelumnya menjabat Kabagkovinter Set NCB Interpol Divhubinter POLRI.

Sementara, Wakil Gubernur Akademi Kepolisian juga diganti, yakni Brigadir Jenderal Polisi Basarudin, diganti Komisaris Besar Polisi M. Asep Syahrudin.

Posisi ini melengkapi pergantian Gubernur Akademi Kepolisian yang sebelumnya juga anyar. Total, 51 perwira tinggi dan menengah yang mengalami rotasi.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat POLRI, Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto, membenarkan surat yang ditandatangani Asisten Sumber Daya Manusia Kapolri, Inspektur Jenderal Polisi Arief Sulistyanto, itu.

"Iya, benar (surat telegram itu). Mutasi rutin, dalam rangka tour of dutty (pindah pekerjaan) dan tour of area (pindah wilayah)," kata Setyo, saat dikonfirmasi, Kamis (20/7/2017), malam. ***

wwwwww