Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
21 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
16 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
15 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
14 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
19 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
14 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton

Waduh Kacau Nih...Obat-obat Ilegal Dijajakan di Facebook

Waduh Kacau Nih...Obat-obat Ilegal Dijajakan di Facebook
Istimewa.
Jum'at, 21 Juli 2017 00:38 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pengguna jaringan media sosial Facebook kecolongan menjajakan obat - obatan ilegal. Obat-obatan termasuk Valium, Xanax danPregabalin, obat penenang yang semakin populer dengan tingkat kematian di Inggris.

Danny Lee-Frost, kepala penegakan hukum di Badan Regulator Produk Obat-obatan & Kesehatan (MHRA), mengatakan kepada Sky News. Pil tidur dan antidepresan jauh lebih berbahaya, penggunakanya mencoba melakukan bunuh diri sebagai upaya utama melepaskan obat obatan tersebut.

Standar Komunitas Facebook sendiri mengatakan, "Kami melarang setiap usaha dari dealer yang tidak berwenang untuk membeli, menjual atau memperdagangkan obat resep, ganja, senjata api atau amunisi. Kami kuga melarang penggunaan Facebook untuk memfasilitasi atau mengatur aktivitas kriminal.

Sky News melihat kejadian tersebut melaporkan akun yang menjajakan obatan tersebut. Namun hanya menerima pesan dari Facebook Support, "Kami melihat profil yang Anda laporkan, namun tidak bertentangan dengan Standar Komunitas kami yang spesifik, kami memahami bahwa profil atau sesuatu yang dimiliki orang tersebut mungkin masih menyinggung Anda.

Sky News kemudian menghubungi kantor pers Facebook untuk menanyakan mengapa akun tersebut tampaknya tidak melanggar standar komunitas mereka, sementada melanggar hukum Inggris.

"Setelah menghubungi Facebook untuk berkomentar, semua profil yang berkaitan narkoba dihapus. Perusahaan menolak permintaan kami untuk wawancara namun memberi kami pernyataan ini:

"Membeli, menjual, atau memperdagangkan obat tidak diperbolehkan di Facebook dan kami mendorong semua pengguna melaporkan kepada kami menemukan aktivitas seperti ini, jadi kami dapat menyelidiki dan melakukan tindakan cepat," jelasnya.

Kami berterima kasih kepada Sky News karena memberi tag konten ini kepada kami dan menghapus halaman karena melanggar standar kami,"katanya. ***

Sumber:berbagai sumber.
Kategori:Badminton, Olympic, Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww