Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
17 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton

Mahyudin: Kemiskinan dan Kebodohan, Adalah Musuh Bagi Indonesia

Mahyudin: Kemiskinan dan Kebodohan, Adalah Musuh Bagi Indonesia
Istimewa.
Rabu, 04 Oktober 2017 17:16 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI H. Mahyudin ST. MM, mengatakan diusia 72 tahun kemerdekaannya, Indonesia memiliki dua musuh besar. Yaitu, kemiskinan dan kebodohan. Padahal kedua musuh itu merupakan cita-cita kemerdekaan Indonesia, seperti yang tertuang dalam pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Bukti kemiskinan yang menimpa Indonesia adalah penghasilan perkapita penduduk Indonesia masih jauh lebih kecil dibanding negara-negara maju. Sedang kebodohan yang menimpa Indonesia bisa dilihat dari banyaknya produk asing yang memenuhi pasar domestik. Juga banyaknya perusahaan asing yang menguasai sumber kekayaan alam Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Mahyudin saat membuka sosialisasi Empat Pilar MPR dihadapan Civitas Akademika Universitas Islam Jakarta (UIJ). Acara tersebut berlangsung di ruang auditorium UIJ, Rabu (4/10). Ikut hadir pada acara tersebut anggota MPR Fraksi Golkar. Bowo Sidiq Pangarso dan Hetifah Sjaifudian.

Kedua persoalan itu, kata Mahyudin harus segera dientaskan. Apalagi keduanya merupakan cita-cita kemerdekaan Indonesia. Selama keduanya belum teratasi, berarti cita-cita Indonesia merdeka belumlah tercapai.

"Dalam Istilah agama kefakiran itu adalah jalan menuju kekafiran, dan itu sangat berbahaya", kata Mahyudin menambahkan.

Meskipun, untuk mencapai Indonesia yang pintar dan kaya itu tidaklah gampang. Karena banyak bangsa-bangsa lain yang tidak menghendaki Indonesia menjadi negara yang maju. Agar mereka bisa menjajah dan menguasai sumberdaya alam Indonesia. ***

wwwwww