Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
17 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton

Merasa Ditelantarkan, 16 Penumpang Lion Air dari Pekanbaru Mengamuk di Batam

Merasa Ditelantarkan, 16 Penumpang Lion Air dari Pekanbaru Mengamuk di Batam
Selasa, 21 November 2017 00:08 WIB
PEKANBARU - Sekitar 16 penumpang Lion Air mengamuk di Bandara Hang Nadim Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Para penumpang asal Pekanbaru ini berang karena merasa dibohongi oleh pihak maskapai penerbangan.

"Kami merasa tertipu dengan Lion Air atas ketidakprofesionalan mereka. Kami sangat kecewa tidak bisa diterbangkan. Kami kesal atas semua pelayanan Lion Air," ucap Dwi Suryo, salah satu penumpang dari Pekanbaru, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (20/11/2017) malam.

Menurut keterangan Dwi, ada 16 orang penumpang dari Pekanbaru yang telantar di Bandara Hang Nadim. Dia menjelaskan bahwa sejak awal keberangkatan dari Pekanbaru, mereka sudah kecewa. Sebab, seharusnya mereka terbang dari Pekanbaru pukul 15.10 WIB.

Namun, penerbangan JT 238 beberapa kali mengalami delay (penundaan). Kemudian, pada pukul 18.30 WIB pesawat baru bisa terbang dan sampai di Batam pukul 19.10 WIB. Dia menjelaskan bahwa 16 penumpang ini rencananya mau terbang ke Palembang.

"Di Batam kami transit karena tadi mereka janji dari Batam akan diterbangkan malam ini ke Palembang dengan penerbangan JT 247," ucap Dwi Suryo.

Namun, setelah sampai di Batam, pihak Lion Air menyatakan bahwa pesawat Lion Air JT 247 telah berangkat ke Palembang.

"Kemudian kami protes ke maskapai. Saat di Pekanbaru, kami sudah bilang apa ada penerbangan lagi ke Palembang, mereka menjaminnya, ternyata semua bohong. Sampai di sini pesawat tidak ada lagi," tutur dia.

"Kami semakin kesal ternyata kami besok pagi tidak bisa berangkat juga ke Palembang. Padahal, paginya saya ada rapat di Palembang," imbuh dia. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:kompas.com
Kategori:Badminton, Olympic, Kepulauan Riau
wwwwww