Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
20 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
16 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
15 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
13 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
18 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
20 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Badminton

Ya Allah Sedih Banget, Sang Ayah Rela Jual Ginjalnya demi Anak Kembar yang Lahir Prematur

Ya Allah Sedih Banget, Sang Ayah Rela Jual Ginjalnya demi Anak Kembar yang Lahir Prematur
Istimewa.
Selasa, 21 November 2017 13:20 WIB
SEKADAU - Kisah menyedihkan sekaligus mengharukan datang dari Provinsi Kalimantan Barat. Dimana ada seorang ayah yang rela menjual ginjalnya demi buah hatinya.

Ayah tersebut bernama Suryoto, seperti diberitakan Rakyat Kalbar, dirinya tidak memiliki pilihan lain agar bisa menyelamatkan anak kembarnya yang lahir prematur.

Pria 36 tahun itu nekat menjual ginjalnya demi perawatan sang buah hati yang lahir prematur pada Rabu (15/11).

"Sebagai orang tua, tentu sayang pada anak. Demi anak, saya siap jual organ tubuh saya. Saya siap jual ginjal kalau memang ada yang membutuhkan," kata Suryoto di ruang tunggu keluarga ICU RSUD Sekadau kemarin siang (20/11).

Dia menyadari bahwa menjual organ tubuh adalah perbuatan yang tidak baik dan melanggar hukum. "Tapi, saya harus gimana lagi? Saya bingung. Saya pasrah," ucapnya terisak. "Untuk perawatan istri saja habis Rp 3.734.000. Biaya itu diberi bos tempat saya menggarap lahan," ungkapnya.

Menurut Suryoto, dirinya tidak memiliki BPJS karena baru pindah. Suryoto makin bingung. Sebab, hingga dua hari lalu, biaya pengobatan anaknya sudah mencapai Rp 10 juta.

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sekadau Syahdiman menyatakan, pihaknya bakal berupaya membantu Suryoto.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Jawa Pos Group
Kategori:Badminton, PON, Olympic, Kalimantan Barat
wwwwww