Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
2
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
7 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
12 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
5 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
6 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
6
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Hukum
6 jam yang lalu
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Home  /  Berita  /  PON

Haikal Balita Asal Aron Aceh Utara Butuh Perhatian

Haikal Balita Asal Aron Aceh Utara Butuh Perhatian
Haikal, bocah tiga tahun menderita penyakit gizi buruk di Aceh Utara, Selasa (12/12/2017). [Sarina]
Rabu, 13 Desember 2017 07:15 WIB
Penulis: Sarina

LHOKSUKON – M Haikal, balita asal Gampong Mampre, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara, tidak tumbuh layaknya anak-anak yang lain. Kepalanya membesar, namun badannya kurus. Putra dari pasangan Nursyidah (25) dan Junaidi (35) tersebut, diduga menderita gizi buruk.

Ibu Haikal, Nursyidah kepada GoAceh mengatakan, pada usia  satu bulan anaknya diserang penyakit demam tinggi. Saat itu, Haikal sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara. Karena kondisi Haikal mulai membaik, Nursyidah beserta suami membawa pulang anak mereka ke rumah.

“Setelah beberapa hari di rumah, Haikal nangis-nangis tanpa henti, lalu saya bawa kembali ke RSUCM untuk mencari obat. Tapi saat itu dokter tidak memberitahukan apa-apa terkait penyakit Haikal,” katanya, Selasa (12/12/2017).

Nursyidah menambahkan, setelah  terjadi perubahan pada tubuh Haikal. Kepala mulai membesar, badan langsung kurus dan tidak berisi. Sehingga membuat kondisi Haikal tidak bisa tumbuh kembang layaknya anak-anak seusianya.

“Sejak tiga tahun terakhir kondisi Haikal sudah seperti ini, Haikal tidak bisa berjalan ataupun berbicara. Kami tidak membawanya lagi berobat maupun ke dokter, karena terkendala ekonomi, ayah Haikal bekerja sebagai buruh bangunan, sehingga penghasilan pun tidak menentu,” ujarnya.

Nursyidah berharap, ada perhatian dari pemerintah ataupun dermawan yang mau membantu untuk penyembuhan anaknya. "Saya sangat menginginkan anak saya bisa kembali seperti anak-anak normal lainnya," pungkasnya.

Editor:TAM
Kategori:PON
wwwwww