Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
17 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  PON

Pemerintah Diminta Kembalikan Pendidikan Moral Pancasila

Pemerintah Diminta Kembalikan Pendidikan Moral Pancasila
foto : rpdkutim.com
Rabu, 20 Desember 2017 23:01 WIB
Penulis: Fendry Nababan
KONGRES Anak Indonesia ke XIV yang diselenggarakan sejak 17-20 Desember 2017 berakhir sukses dengan menghasilkan 5 rekomendasi dan 6 butir sikap anak Indonesia serta penetapan 9 Duta Anak Indonesia.

Kongres Anak Indonesia ke XIV yang difasilitasi Komnas Perlindungan Anak dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bekasi serta dukungan penuh Pemerintah Kota Bekasi merekomendasikan agar pemerintah mengembalikan Pendidikan Moral Pancasila dan pendidikan budi pekerti ke dalam kurikulum pendidikan nasional serta menempatkan Pancasila sebagai rumah anak Indonesia guna merajut kembali kebersamaan, perdamaian, toleransi serta nilai-nilai kemajemukan anak Indonesia yang mulai tergerus dari dampak globalisasi.

Kongres Anak Indonesia yang dihadiri 179 delegasi anak dari 19 Propinsi dan dari 32 Kabupaten/kota di Indonesia juga sukses memilih dan menetapkan secara demokratis 9 duta anak Indonesia yang diberikan tugas masing-masing sebagai duta anak Indonesia untuk urusan Kebangsaan dan Nasionalisme, Duta Anak urusan Perdamaian dan Keadilan serta Duta Anak untuk urusan Pluralisme dan Toleransi.

Kongres ANAK Indonesia ke XIV melalui Keputusan Forum Pendamping yang terdiri dari LPA, Dinas PPPA, Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial serta pemangku kepentingan perlindungan anak juga menetapkan dan memutuskan tiga calon pelaksana Kongres Anak Indonesia ke XV tahun 2018 yang akan dilaksanakan bersamaan Hari Anak Internasional di bulan November 2018 yakni Kabupaten Belitung Timur, Kabupaten Deliserdang dan Propinsi DKI Jakarta.

"Untuk pekerjaan besar, Komnas Perlindungan Anak juga mengagendakan pelaksanaan temu reuni Kongres Anak Indonesia 2018 serta menggagas Kongres Anak Asia Pasifik yang akan dilaksanakan pada tahun 2019 di Jakarta," ujar Ketua Umum Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait pada penutupan dan malam budaya Kongres Anak Indonesia, Rabu (20/12/2017).

Kongres Anak Indonesia ke XIV yang ditutup Walikota Bekasi menyampaikan pesan moral kepada anak Indonesia agar senantiasa menjaga kemajemukan, kebersamaan, toleransi serta menjunjung tinggi prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia. Sebab, anak Indonesia adalah masa depan bangsa.

Inilah 5 Rekomendasi Anak Indonesia

1. Merekomendasikan kepada pemerintah untuk mengembalikan pendidikan Pancasila kedalam kurikulum pendidikan nasional ;
2. Mendorong pemerintah untuk mempermudah sarana dan prasarana dalam pembuatan akta kelahiran;
3. Meminta pemerintah untuk pemerataan hak partisipasi anak untuk dilibatkan dalam pengambilan keputusan kebijakan pembangunan nasional;
4. Memberikan informasi secara terpadu tentang kebersamaan suku , ras dan agama untuk menumbuhkan pemahaman toleransi dan kebersamaan;
5.Pemerintah dan masyarakat diharapkan menyaring segala bentuk informasi dan budaya asing.

6 Sikap Anak Indonesia :

1. Menolak segala bentuk informasi yang tidak benar (hoax) ;
2. Meningkatkan sikap toleransi dalam keberagaman ;
3. Meningkatkan akhlak baik dan budi pekerti ;
4. Menyaring budaya asing yang masuk ke Indonesia;
5. Meningkatkan jiwa nasional;
6. Peduli dengan kesetaraan antar sesama suku bangsa.

9 Duta Anak Indonesia yang terpilih :

Duta Anak Indonesia untuk Urusan Kebangsaan dan Nasionalisme, Fitria Melani Kabupaten Serang, Banten Jusmia DC Jabupaten Lebak Banten, Ade Ibnu dari DKI Jakarta.

Duta Anak untuk Urusan Perdamaian dan Keadilan : Yudith M Sulawesi Tengah, Fadila K Kota Batu Jawa Timur, Zebaidah Kota Bekasi Jawa Barat.

Duta Anak Indonesua untuk urusan Pluralisme dan Toleransi : Bayu FK Jawa Timur, Zaky R Tangerang Selatan Banten dan Marsella PW DKI Jakarta.

Editor:Fatih
Kategori:Olympic, PON
wwwwww