Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
10 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
20 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Riau

Agar di Inhil Kasus Pembunuhan Hewan Dilindungi Tak Terulang Lagi, Komisi II Sebut Perlu Ada Sosialisasi kepada Masyarakat

Agar di Inhil Kasus Pembunuhan Hewan Dilindungi Tak Terulang Lagi, Komisi II Sebut Perlu Ada Sosialisasi kepada Masyarakat
Senin, 09 April 2018 13:08 WIB
Penulis: Rida Ayu Agustina
TEMBILAHAN-Baru-baru ini, masyarakat digegerkan dengan aksi pembunuhan terhadap empat beruang madu yang dilakukan warga di Kecamatan Tempuling, Inhil, Riau.

Melihat kejadian tersebut, Komisi II DPRD Inhil memandang perlunya masyarakat diberikan pemahaman terkait hewan-hewan yang tidak boleh dibunuh karena dilindungi.

"Seperti kejadian baru-baru ini, mereka membunuh karena tidak tahu hewan itu dilindungi. Saya rasa, tidak hanya mereka, masih banyak warga kita yang tidak tahu mana-mana hewan yang boleh dan tidak boleh di bunuh," ujar Sekretaris Komisi II DPRD Inhil, M Amin saat berbincang dengan GoRiau.com.

Untuk itulah, dikatakanya perlunya unsur terkait memberikan sosialisasi kepada masyatakat, atau memasang spanduk-spanduk terkait mana saja hewan yang tidak boleh diganggu dan dibunuh.

"Jumlah satwa langka dan dilindungi yang ada di Indonesia jumlahnya banyak. Karenanya, tidak menutup kemungkinan masyarakat belum mengenal secara mendalam satwa mana saja yang berstatus langka dan dilindungi," tegas Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Apalagi, dijelaskannya, menurut Peraturan Pemerintah No.7/1999 tentang Jenis-jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, jumlah satwa yang dilindungi dikelompokkan dalam famili dan genusnya masing-masing, dimanadari pengelompokkan tersebut ada 130 hewan mamalia, 93 burung dan 25 hewan langka asli Indonesia yang berstatus dilindungi

"Jumlah tersebut sangat banyak karena harus diingat satu per satu oleh masyarakat dan itu pasti tidak mudah," tukas M Amin.(adv)

Kategori:Metropolitan, Riau
wwwwww