Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
18 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
4
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
16 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton

Setahun Kasus Novel Tak Jelas, Polri Klaim Sudah Kerja Keras

Setahun Kasus Novel Tak Jelas, Polri Klaim Sudah Kerja Keras
Novel Basweden. (Istimewa)
Senin, 09 April 2018 14:58 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan akan genap setahun pada 11 April 2018 mendatang. Hingga saat ini, belum ada satu pun yang ditetapkan sebagai tersangka.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan saat ini masih menunggu Kapolri menyerah' dalam menangani kasus Novel. Bagaimana tanggapan Polri?

"Kami tidak main-main (mengungkap kasus ini). Kami kerja keras untuk ini. Polri ingin kasus ini terungkap cepat. Tolong dicatat kami sangat bekerja keras untuk menuntaskan kasus ini, mohon doanya," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Senin (9/4/2018).

Saat ditanyai mengenai progress dari kasus ini, Iqbal belum mendapati info dari penyidik Polda Metro Jaya yang menangani. Yang pasti, kata Iqbal, penyidik terus bekerja keras setiap hari.

"Sampai hari ini saya belum berdiskusi dengan penyidik. Yang jelas, hari demi hari tim yang dibentuk itu sudah bekerja," kata Iqbal.

Iqbal lalu menjelaskan bahwa setiap kasus mempunyai kriteria penangangan yang berbeda. Ada yang sulit, ada yang sedang dan ada yang mudah untuk diungkap.

"Begini, kasus yang kami tangani itu sering ada yang terungkapnya cepat, sering. Seperti kasus di Pulomas kalau ngga salah. Pembunuhan keluarga, heboh itu. Sekeluarga disekap dan meninggal. Tapi Alhamdulillah penyidik bergerak cepat. Bukti2 petunjuk didapat, keterangan dengan alibi cocok, ilmiah, scientific, terungkap cepat," katanya.

"Tetapi ada juga kasus yang seperti di Depok, Axena. Sampai saat ini udah lebih dari dua tahun belum terungkap. Kami sudah melakukan upaya investigasi yang effortnya sangat keras, bahkan kami menyelam untuk itu, sampai sekarang belum terungkap. Artinya setiap kasus mempunyai kriteria kesulitan masing-masing," imbuh dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan dirinya masih menunggu laporan dari upaya yang dilakukan oleh Polri untuk mengungkap kasus Novel.

"Saya masih menunggu semuanya dari Kapolri," kata Jokowi di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/4/2018) kemarin.***

wwwwww