Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
12 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
10 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
18 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
8 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
6 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Badminton

INAPGOC Gelar Coordination Commission Meeting Asian Para Games 2018

INAPGOC Gelar Coordination Commission Meeting Asian Para Games 2018
Sabtu, 14 April 2018 16:13 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Dengan sekitar lima bulan tersisa, Panitia Pelaksana Asian Para Games 2018, INAPGOC, terus mematangkan persiapan, salah satunya dengan menggelar Pertemuan Koordinasi dengan Komite Paralimpik Asia, APC, di Jakarta,13-14 April 2018.

Pertemuan Koordinasi yang dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, menjadi satu rangkaian kegiatan dengan Chefs de Mission Seminar, yang berlangsung dua hari sebelumnya. CDM Seminar ini dihadiri oleh delegasi dari 29 negara.

Merancang bentuk komunikasi yang efektif menjadi salah satu agenda yang penting dalam pertemuan ini karena waktu yang semakin sempit, seperti yang dikatakan oleh Ketua INAPGOC, Raja Sapta Oktohari.

"Ada tiga faktor utama yang akan dibahas dalam pertemuan kali ini, yaitu sports, athletes village, dan transportasi. Kami telah melakukan simulasi dari dua hal, yaitu athletes village dan transportasi kemarin. Kami juga diterima oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pukul 14.00 untuk melaporkan perkembangan dari persiapan Asian Para Games 2018," ujar Okto pada media usai pembukaan Pertemuan Koordinasi Kelima di Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Okto dan Presiden APC Majid Rashed diterima oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang didampingi oleh Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto, di Istana Wakil Presiden.

Pada CDM Semintar, INAPGOC memaparkan semua persiapan yang telah dilakukan. Selain itu, para delegasi dan juga Presiden APC Majid Rashed juga mengunjungi Stadion Utama dan Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, serta perkampungan atlet.

Pada kunjungan ke perkampungan atlet, Rashed mendapat kesempatan langsung untuk melihat dan menjajal unit contoh yang sudah direnovasi untuk mengakomodir atlet difabel.

Okto mengatakan bahwa sebagian besar delegasi menyatakan puas dengan persiapan yang telah dilakukan Indonesia dalam menyelenggarakan Asian Para Games 2018.

"Tapi kami tidak boleh besar kepala. Kami masih menghadapi tantangan besar ke depannya. Pada Pertemuan Teknis, kami akan mengkaji semua masalah yang kami hadapi bersama dengan APC, jadi kami ingin memaksimalkan fungsi dari APC karena sejak awal kami menyatakan bahwa APC datang ke sini bukan untuk melakukan supervisi tapi untuk bekerja sama dengan INAPGOC untuk memastikan penyelenggaraan Asian Para Games 2018 berjalan sukses," ucap Okto.

Rashed juga menyatakan sentimen yang sama dengan Okto. Dia mengatakan bahwa dalam kunjungannya ke Jakarta kali ini dia merasa nyaman karena Rashed melihat visi dari stakeholder, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Rashed juga mengatakan bahwa dia yakin perkampungan atlet akan selesai tepat waktu dan akan memenuhi persyaratan aksesibilitas.

"Di perkampungan atlet, saya masih melihat beberapa tantangan. Tapi saya percaya Ketua INAPGOC akan melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan semuanya dan itu sangat bisa dicapai. Saya akan tinggal di perkampungan atlet karena saya senang tinggal bersama para atlet dan merasakan atmosfer dari perkampungan atlet daripada tinggal di hotel bintang lima. Bisa menyediakan 1.000 unit yang ramah untuk penyandang disabilitas adalah pekerjaan luar biasa yang tidak pernah dilakukan dalam sejarah paralimpik," ujarnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Non Olympic, DKI Jakarta
wwwwww