Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
18 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
21 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
17 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
19 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
24 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
15 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Badminton

Inilah Oknum Dosen dan Satpam Diringkus Poldasu Gara-Gara Postingan di FB

Inilah Oknum Dosen dan Satpam Diringkus Poldasu Gara-Gara Postingan di FB
Senin, 21 Mei 2018 10:01 WIB
MEDAN - Dua orang pemilik akun di media sosial Facebook harus berurusan dengan pihak kepolisian akibat postingan.

Dua orang yang diamankan, satu oknum dosen Universitas Sumatera Utara (USU) berinisial HD dan seorang Satpam Bank Sumut, AD.

Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, HD diamankan Direktorat Krimsus (Dirkrimsus) Subdit Cybercrime Polda Sumut dari kediamannya, Jalan Melinjo II, Kompleks Johor Permai, Medan Johor, Sabtu (19/5).

Sedangkan AD diamankan Polres Simalungun juga di kediamannya, Jalan Karya Bakti, Serbelawan, Kecamatan Batu Nangar, Simalungun, Jumat (18/5).

“HD diamankan karena dua postingan di akun Facebook miliknya terkait serangan bom Surabaya pada Minggu (13/5) kemarin," kata Tatan di Mapolda Sumut.

Setelah postingannya viral, HD yang juga diketahui bergelar Magister tersebut langsung menutup akun Facebook-nya. Namun, postingan-nya terlanjur di-screen shoot netizen dan dibagikan ke media daring. tidak ada teroris, itu hanya fiksi, pengalihan isu’. Selanjutnya Polres Simalungun yang mendapat info melakukan penelusuran dan mengamankan AD setelah sebelumnya polisi membuat laporan.

“Status itu telah melukai perasaan polisi dan juga keluarga korban terorisme,” jelasnya.

Akibat perbuatan kedua orang tersebut, Tatan mengimbau kepada masyarakat agar tidak sembarangan memposting sesuatu hal di media sosial. Karena setiap postingan di media sosial memiliki pertanggungjawaban hukum.

“Mari ciptakan kedamaian dan kesejukan saat berinteraksi di media sosial. Bijaklah dalam bermedia sosial. Jangan sampai menyebarkan hoax dan menimbulkan ujaran kebencian,” pungkas Tatan.***

Editor:Wen
Sumber:Analisa
Kategori:Sumatera Utara, Badminton, Beladiri, Olympic, PON
wwwwww