Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
21 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
16 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
15 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
13 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
18 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
20 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Badminton

Kata Fahri, Alumni KA KAMMI Undang Gatot untuk Dengar Penjelasan soal Proxy War

Kata Fahri, Alumni KA KAMMI Undang Gatot untuk Dengar Penjelasan soal Proxy War
Sabtu, 26 Mei 2018 00:51 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai bekas Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo punya sejarah proxy war. Apalagi, sejak awal yang bersangkutan selalu mendiskusikan tentang tema itu.

"Dan rasanya kita perlu mengkritisi fakta bahwa ada kemungkinan kita diadu domba dan kadang-kadang kita nggak sadar. Maka kami (alumni KA KAMMI) meminta beliau memberikan ceramah tentang sejarah pemikirannya tentang proxy war," kata Fahri kepada wartawan sebelum acara Dialog Kebangsaan bertema 'Umat Islam dan Masa Depan Persatuan Indonesia' yang diselenggarakan oleh Keluarga Alumni KA KAMMI di rumah dinas Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di bilangan Jakarta, Jumat (25/5/2018).

Menurut Fahri, semua elemen masyarakat perlu menyadari tentang pentingnya persatuan nasional.

"Nah itu lah yang unit dari pak Gatot, saya kira beliau selalu keluar dari melihat gambar besarnya," ujar politisi dari PKS itu.

Sebab, yang dikhawatirkan salah satu yang Gatot sering mengatakan. "Jangan sampai ada perasaan tidak nyaman, karena isu-isu ini".

Karena isu terorisme harus dipindahkan dari problem identitas seolah-olah ada persoalan diantara elemen bangsa ini.

"Tapi security system dari suatu bangsa. nah beliau (Gatot) ini pasti mengerti bagaimana mendisain security system kita sacara nasional. Karena itu lah kita ingin mendengar pendahuluan-pendahuluan," kata Fahri.***

wwwwww