Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
8 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
13 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
5 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
7 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
6
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Hukum
7 jam yang lalu
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Warga Menilai Djoss yang Bisa Basmi Premanisme di Masyarakat dan Birokrasi

Warga Menilai Djoss yang Bisa Basmi Premanisme di Masyarakat dan Birokrasi
Sekelompok elemen masyarakat saat mendeklarasikan Gerakan Anti Premanisme (GERAM), di Kafe White Haus, Jalan Wahid Hasyim, Medan.
Sabtu, 26 Mei 2018 08:34 WIB
Penulis: Rel
MEDAN - Sekelompok elemen masyarakat mendeklarasikan sebuah perkumpulan demi menentang aksi premanisme yang kian marak di wilayah Sumatera Utara. Perilaku kejahatan tersebut dianggap sudah sangat merugikan warga, baik dari segi keamanan dan sektor usaha, yang dilakukan secara masif dan sistematis.

Mereka terdiri dari kelompok pelajar, mahasiswa, pengusaha, hingga penarik becak dengan mendeklarasikan sebuah nama, yakni Gerakan Anti Premanisme (GERAM), di Kafe White Haus, Jalan Wahid Hasyim, Medan.

"Di lapangan kita sudah sangat diresahkan dengan berbagai pungli yang seolah tak bisa lagi dibendung. Mulai dari parkir liar, ketika akan membangun usaha, saat berdagang. Bahkan penarik becak pun mereka palak," kata Koordinator GERAM, Khairul Hadi.

Hadi juga menduga, upaya premanisme tersebut dilakukan secara masif dan sistematis yang melibatkan sejumlah kelompok dengan mengatasnamakan sebuah organisasi kepemudaan atau ormas.

"Keberadaan kelompok ini sudah semakin menjamur di sudut-sudut kota, di areal bisnis, hingga dunia pendidikan. Ini sudah menjadi teror bagi kita untuk membangun Sumatera Utara. Kita harus bersatu dan bergerak mengkampanyekan ini," tegas Hadi.

Sumatera Utara saat ini sedang bergiat memilih pemimpinnya, yakni gubernur. Ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang betul-betul tegas memberantas kelompok-kelompok preman.  Wadah yang digagas Pemuda Muhammadiyah ini pun mempercayakannya kepada calon Gubernur Sumatera Utara, Djarot Syaiful Hidayat dan  Sihar Sitorus (Djoss).

"Djoss serius melakukan perubahan dan pembenahan dari program yang diusung. Aksi premanisme tidak hanya terjadi di lapisan masyarakat, namun sudah merasuk ke birokrasi, pemerintahan. Ini bukan rahasia umum lagi bagi masyarakat kita. Ini harus dibasmi. Kami percayakan kepada Pak Djarot dan Bang Sihar. Kami mendukungnya," ungkap Hadi.

Menurut Hadi, kelebihan dari pasangan Djoss ini adalah tidak mudah diintervensi kelompok manapun, termasuk kelompok preman yang berkedok organisasi kepemudaan.

 

"Bukan rahasia umum lagi, seperti kita ketahui, calon lain telah berkolaborasi dengan kelompok yang dimaksud," pungkas Hadi.***

Editor:Wen
Kategori:Sumatera Utara, Metropolitan
wwwwww