Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
23 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
18 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
17 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
16 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton

Oesman Sapta Ajak Karateka KKI Memahami Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Oesman Sapta Ajak Karateka KKI Memahami Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Sabtu, 28 Juli 2018 21:54 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PALEMBANG - Ratusan kader karateka Kushin Ryu Karate Do Indonesia (KKI) Sumatera Selatan mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR di Gedung Trisila, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (28/7/2018).

Wakil Ketua MPR Oesman Sapta memberi pengantar sekaligus membuka sosialisasi kerjasama MPR dan KKI Sumsel ini. Hadir sebagai narasumber Dr Bambang Sadono (Ketua Kelompok DPD dan Ketua Badan Pengkajian MPR).

Dalam pengantarnya Oesman Sapta mengajak karateka KKI untuk memahami kehidupan berbangsa dan bernegara. Ajakan ini merupakan tugas dan kewajiban pimpinan MPR dalam menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika).

"Saya mengajak kader karateka untuk memahami berbangsa dan bernegara. Saya sebagai Wakil Ketua MPR wajib menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika). Saudara wajib mencintai Pancasila," katanya.

Menurut Oesman Sapta, KKI adalah cabang dunia karate dari Jepang. Meskipun berasal dari Jepang, katanya, bukan berarti harus mengikuti Jepang.

"Di dalam dada kader karateka Indonesia tertanam rasa memiliki Merah Putih dan kebangsaan," kata Oesman yang juga Ketua Umum KKI.

Oesman menyebutkan menjadi karateka merupakan pilihan sebagai bagian untuk mendorong kemampuan Indonesia melalui olahraga. "Dalam setiap jiwa raga karateka tetap jiwa raga Indonesia. Tetap jiwa raga Empat Pilar," ujar Oesman yang akrab disapa Oso.

Dia menceritakan pada usia 16 tahun sudah menjadi karateka. Dan, pada usia 18 tahun sudah menjadi pengurus KKI. "Kini setelah 52 tahun bergelut dalam dunia karate, saya sudah menjadi tokoh nasional. Padahal saya bukanlah siapa-siapa," ujarnya.

"Karateka sudah menjadi bagian dari hidup saya. Waktu itu untuk latihan numpang di sekolah atau lainnya. Sehingga saya bercita-cita bila nanti menjadi orang sukses akan mendirikan Dojo terbesar di Indonesia. Dan 4 tahun yang lalu saya sudah mendirikan Dojo terbesar di dunia di Bekasi. Itulah milik KKI," ungkap Oso.***

wwwwww