Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
20 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
16 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
14 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
13 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
18 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
20 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Badminton

Jika Perantau Minang Bersatu, Oesman Sapta: Ekonomi Indonesia Luar Biasa

Jika Perantau Minang Bersatu, Oesman Sapta: Ekonomi Indonesia Luar Biasa
Minggu, 29 Juli 2018 13:09 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PALEMBANG - Wakil Ketua MPR Oesman Sapta melantik dan mengukuhkan Gerakan Ekonomi dan Budaya (Gebu) Minang Sumatera Selatan di Hotel Aston, Palembang, Sabtu malam (28/7/2018).

Dalam pelantikan itu Oesman Sapta menyebutkan organisasi Gebu Minang adalah organisasi yang berorientasi pada kampung halaman.

OSO menuturkan, ketika berdiri Gebu Minang adalah sebuah gerakan untuk menghimpun uang Rp1000 dari orang Minang yang merantau. Uang yang dikumpulkan dari orang Minang di perantauan itu untuk membangun kampung halaman di Sumatera Barat.

"Waktu itu jumlah orang Minang di perantauan masih 2 juta orang. Uang dikumpulkan untuk membangun Minang. Ini bentuk gotong royong masyarakat Minang," kata Oesman Sapta yang juga Ketua Umum Gebu Minang.

Menurut Oesman Sapta, Gebu Minang sudah meletakan fondasi gotong royong masyarakat Minang. Dari sejarah itu, Gebu Minang menjadi organisasi yang berorientasi pada kampung halaman. Organisasi Gebu Minang sekarang bukan lagi gerakan seribu Minang tetapi menjadi gerakan ekonomi dan budaya.

"Gebu Minang sekarang telah menjadi organisasi yang besar. Jumlah orang Minang di perantauan sudah mencapai 15,5 juta orang di seluruh dunia. Kalau orang Minang bersatu menjadi potensi yang luar biasa," kata Oso, sapaan Oesman Sapta.

"Jika orang minang bersatu, ekonomi kita pasti maju," tandasnya.

Dengan Gebu Minang, lanjut Oso, orang Minang tidak banyak bicara tapi memberikan bukti membantu pembangunan kampung halaman. Ia pun mengimbau keluarga Minang Sumatera Selatan untuk tidak menyerah.

"Persiapkan anak-anak untuk menjadi orang sukses di masa depan," harapnya.

"Mari membangun Minang bersama-sama. Dalam keragaman orang Minang adalah orang yang bermartabat, toleran dan menghargai orang lain. Dimana bumi dipijak di sana langit dijunjung. Itulah filosofi orang Minang," imbuh Oso.***

wwwwww