Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
18 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
22 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
17 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
19 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
24 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
15 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Badminton

Kunjungi Serikat Islam, Humphrey Djemat: Kita Serius Satukan Kembali PPP dengan Jalur Islah

Kunjungi Serikat Islam, Humphrey Djemat: Kita Serius Satukan Kembali PPP dengan Jalur Islah
Jum'at, 10 Agustus 2018 17:18 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Plt Ketua Umum PPP kubu Djan Farid, Humphrey Djemat, hari ini Jumat (10/9/2018) mengunjungi Serikat Islam. Kedatangan Humphrey Djemat kali ini, diterima langsung pimpinan Serikat Islam, Hamdan Zulfa.

"Tujuan kita tentu pertama silaturahmi, yang kedua kalau kita sudah bicara PPP, secepatnya kita harus bersatu," ujarnya.

Keseriusan Humphery Djemat dalam upayanya menyatukan dua kubu yang berseteru, sebelum mendatangi Serikat Islam, pihaknya juga terlebih dahulu bersilaturahmi ke PBNU.

"Setelah PBNU dan sekarang kita ke Serikat Islam, tujuannya adalah uapaya menyatukan kembali PPP. Bahkan ini ada dua lagi para pendiri dari PPP yang harus kita kunjungi untuk bukti kita serius menyatukan PPP bisa dengan cara Islah," paparnya.

Karena kata dia, posisi dua pendiri tersebut diyakini bisa menjadi mediator. "Sebagai pendiri mereka punya wibawa bisa menjadi mediator waktu zaman Pak Jan Farid selalu beliau-beliau yang penyelesaian langsung. Kita berharap tokoh tersebut bisa merumuskannya dengan lebih baik, supaya ada konsep yang lebih matang," tandasnya.

Ia juga menjelaskan, dalam waktu dekat ini PPP yang ia pimpin akan segera melakukan Mukernas, tepatnya pada bulan Oktober 2018.

"Dengan Mukernas itu, kita lihat aspirasi di daerah bagaimana. Dan yang terpenting bagi kami adalah, upaya menyatukan kembali PPP," tandasnya.

Jadi saat ini katanya lagi, siapapun presiden dan wakil presiden yang akan menang pada Pilpres 2019, PPP yang ia pimpin belum menentukan sikap dukuangan. "Soal Pilpres kita belum menentukan, yang paling penting presidennya boleh siapa saja tapi PPP nya harus bersatu, soal sikap politik nanti pasti ada tapi kita harus bisa merumuskan konsep yang jelas," tukasnya.

Fokus partai yang ia pimpin saat ini adalah, bagaimana terlepas dari kepentingan. "Target jangka pendek kita memikirkan PPP. Soal pilihan pasti berbeda-beda, meskipun ditingkat grassroot ini sudah pernah rapimnas dan menolak Jokowi," jelasnya.***

wwwwww