Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
16 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
20 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
15 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
18 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
22 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
13 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Badminton

PPP Djan Farid Ingin Serikat Islam dan PBNU jadi Mediator Islah

PPP Djan Farid Ingin Serikat Islam dan PBNU jadi Mediator Islah
Jum'at, 10 Agustus 2018 17:24 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Plt Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat berupaya untuk islah dengan PPP kubu Romahurmuziy. Dia mendatangi kantor Syarikat Islam (SI) untuk meminta SI menjadi perantara agar islah itu berjalan.

Kedatanganya kita melaporkan secara resmi keinginan kita Syarikat Islam melakukan upaya mempersatukan PPP. Kedua, nanti tentu ada kelanjutan dari pada pertemuan ini di mana 4 organisasi pendiri jadi mediator, nanti kita fasilitasi 4 mediator ini," kata Humphrey kepada wartawan di kantor DPP Syarikat Islam, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018).

Humphrey mengatakan pihaknya bakal berkeliling ke empat lembaga yakni NU, SI, Parmusi, dan Perti untuk menjadi mediator islah. Kali ini dia telah mengunjungi NU dan SI dan telah menyampaikan permintaannya agar kedua lembaga tersebut menjadi mediator untuk islah.

Kita sudah keliling kemarin ke NU sekarang ke sini. Minggu depan kita atur pertenuan lagi itu Permusi dan Perti ya. Kalau ada 4 ini kita anggap punya panggilan moral mempersatukan PPP. ini yang kita anggap mediator punya kewibawaan karena mereka yang dirikan PPP. Nanti tinggal teknis aja karena kalau langsung-langsung, kan udah 4 tahun nih nggak bisa teknisnya," ujar Humphrey.

Humphrey mengaku masih ada ganjalan untuk islah karena itulah dia minta bantuan mediator dari organisasi pendiri PPP. Dia berharap niat baik ini bisa diterima oleh Rommy.

Kalau PPP mau besar kedepannya ya dirangkullah. Buka pintu memang bagus tapi seperti apa buka pintunya. Nah ini kita nggak mau berpikir sendirian kita minta organsiasi ini membantu kita. Saya rasa tujuan baik ini akan disambut baik pihak Pak Rommy," terangnya.***

wwwwww