Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
21 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
16 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
15 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
14 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
19 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton
Asian Games 2018

Tumbangkan Sung Ji Hyun, Gregoria Bawa Indonesia Ungguli Korea

Tumbangkan Sung Ji Hyun, Gregoria Bawa Indonesia Ungguli Korea
Senin, 20 Agustus 2018 12:47 WIB
Penulis: Azhari Nasution
 JAKARTA - Pebulutangkis tunggal pertama putri,.Gregoria Mariska Tunjung kembali menyelesaikan tugasnya dengan baik sebagai tunggal pertama di pertandingan bulutangkis beregu di Asian Games 2018.  Bermain di Istora Gelora Bung Karno Jakarta, Senin (20/8/2018), Gregoria yang menang dengan skor 21-13, 8-21, 21-18 atas Sung Ji Hyun, membawa tim putri Indonesia sementara unggul 1-0 atas Korea.

Kemenangan di laga pertama melawan Hong Kong di babak 16 besar kemarin tampaknya memberikan suntikan semangat bagi Gregoria. Terbukti ia mampu menundukkan Sung yang merupakan pemain rangking semnbilan dunia dan jauh lebih berpengalaman.

Pada game pertama, Gregoria tampil memukau dengan penempatan-penempatan bola yang begitu menyulitkan Sung. Namun pada game kedua, Sung mempercepat tempo permainan dan tidak memberikan kesempatan bagi Gregoria untuk mengembangkan permainan.

Gregoria juga sempat tertinggal di game penentuan, namun ia kembali membuktikan bahwa ia mampu diandalkan sebagai pembuka jalan bagi timnya. Partai pertama diamankan Gregoria.

"Game pertama saya merasa lawan kurang siap, posisi lapangannya kurang enak. Saat itu saya merasa ini kesempatan buat saya. Tetapi di game kedua saya terlalu hati-hati, jadi banyak ragu pukulannya" kata Gregoria.

"Waktu di game ketiga, saya sudah nggak mikirin apa-apa. Kalau menang bagus, kalau kalah pun kalahnya bagaimana dulu? Pokoknya saya nggak mikirin hasil, yang penting saya usaha dulu. Saya terus coba mengembalikan pukulan-pukulan lawan yang tajam, karena dia posturnya tinggi, dan mainnya menyerang," ujarnya.

 Dukungan pelatih dan tim ofisial serta supporter di Istora juga ternyata menjadi salah satu faktor yang menambah motivasi Gregoria dalam melawan Sung pagi ini.

"Cik Mey (Minarti Timur) bilang, sekarang lawan di atas saya peringkatnya, main lepas saja, main dengan bola-bola saya saja. Soal tegang pasti ada karena partai pembuka, kalau menang kan bisa menambah semangat tim. Saya percaya sama tim saya," ucap Gregoria.

"Suporter juga mendukung saya, saya diuntungkan dengan adanya supporter. Mereka memberi energi banyak buat saya. Cik Susy (Susanti) pun menyemangati, bahwa kesempatan ada buat menang lawan Korea, jangan disia-siakan. Ini pertandingan empat tahun sekali, jadi tuan rumah pula," ungkapnya. ***

wwwwww