Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Riau

Sempat Jadi Provinsi Kaya di Indonesia, Tahun 2019 Riau Diperkirakan akan Menurun

Sempat Jadi Provinsi Kaya di Indonesia, Tahun 2019 Riau Diperkirakan akan Menurun
Kota Pekanbaru, salah satu daerah di Riau yang diperkirakan juga akan mengalami perlambatan.
Sabtu, 25 Agustus 2018 13:17 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Riau, salah satu provinsi yang sebelumnya dinilai kaya di Indonesia harus mulai siap-siap menjadi daerah yang biasa-biasa saja karena pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah penghasil migas ini diperkirakan akan mengalami perlambatan pada tahun 2019.

Bahkan Pemprov Riau memperkirakan APBD 2019 nanti juga akan mengalami defisit yang cukup besar. Pemerintah sendiri memprediksi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau Tahun 2019 hanya akan berada di kisaran Rp8 triliun.

"Kita mengantisipasi, makanya dalam RKPD dan KUA-PPAS tahun depan pendapatan kita kurangi 30 persen. Rupanya daerah penghasil migas lain juga sudah ancang-ancang begitu," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi, Jumat (24/8/2018).

Ia mengatakan, bahwa kondisi keuangan Pemprov Riau memang sedang mengalami kesulitan akibat tunda salur. Di mana sejak 2017 lalu, Riau masih menunggu sekitar Rp360 miliar tunda salur pusat.

Kondisi itu juga diperburuk dengan 'pergerakan liar' harga minyak dunia yang anjlok dan sulit dipulihkan.

"APBD 2019 kita menurun, hanya berkisar Rp8 triliun, itu fakta. Kalau tahun lalu kan Rp10 triliun lebih," ujar Sekda. ***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww