Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
20 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Riau

'Cuci Tangan', Gubernur Riau: Soal Pemulangan Neno Warisman Domain Pihak Keamanan

Cuci Tangan, Gubernur Riau: Soal Pemulangan Neno Warisman Domain Pihak Keamanan
Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman. (istimewa)
Senin, 27 Agustus 2018 22:54 WIB
PEKANBARU - Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman 'cuci tangan' soal pemulangan Neno Warisman ke Jakarta.

Ia menyampaikan, peristiwa pemulangan Neno Warisman dari Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pada Sabtu (25/8) merupakan urusan pihak keamanan. "Itu domain pihak keamanan, mereka yang bisa menilai itu. Kita di Riau ini hanya ingin bagaimana kondusif dan aman karena perlu membangun," kata pria yang akrab disapa Andi Rachman ini di Pekanbaru, Senin (27/8/2018).

Terkait pernyataan Neno Warisman yang tidak menyangka dipulangkan karena Tanah Melayu Riau dikenal ramah terhadap tamu, gubernur mengatakan pada dasarnya menerima semua orang yang datang. Namun tentu ada pertimbangan dari instansi yang bertanggung jawab terkait keamanan.

Sebelumnya pada Sabtu (25/8) siang hingga sore ada massa melakukan aksi penghadangan menolak kedatangan Neno Warisman di Bandara Pekanbaru yang rencananya akan melakukan acara deklarasi #2019GantiPresiden Minggu (26/8).

Massa tersebut kemudian tak terlihat lagi dan muncul massa lainnya mendesak ke aparat kepolisian untuk membiarkan Neno keluar dari bandara. Aksi tersebut berlangsung hingga kira-kira pukul 19.00 WIB dan massa pergi dari bandara lalu kembali lagi jelang pukul 22.00 WIB.

Hingga akhirnya diketahui Neno Warisman sudah dipulangkan dan sebagian massa pun bubar. Sementara kegiatan deklarasi pada Minggu (26/8) tidak diberi izin oleh polisi meskipun sejumlah massa ada terkonsentrasi di Masjid Annur Pekanbaru hingga akhirnya juga dibubarkan.

Kepala Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Kombes Pol Susanto dalam pernyataannya mengatakan pertimbangan Neno Warisman tidak bisa melanjutkan perjalanan adalah potensi besar massa pro dan kontra. Oleh sebab itu pihaknya berkoordinasi dengan pihak bandara agar Neno Warisman bisa kembali ke Jakarta.

"Ketika kita melaksanakan pengamanan lalu ada massa pro dan kontra, tugas kami menjaga keselamatan seluruhnya, termasuk Ibu Neno. Pertimbangan Ibu Neno tidak bisa melanjutkan perjalanan karena massa pro dan kontra punya potensi yang besar terhadap keselamatannya," ujar dia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Antara Riau
Kategori:Metropolitan, Riau, Voli, Olympic, PON
wwwwww