Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
23 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
18 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
17 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
16 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
16 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton

Sadis, Kakak Bacok Adik Kandung hingga Jarinya Putus

Sadis, Kakak Bacok Adik Kandung hingga Jarinya Putus
Korban saat dirawat di rumah sakit di Pangkalan Kerinci.
Jum'at, 26 Oktober 2018 10:36 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Pembacokan oleh seorang kakak kepada adik kandung perempuannya terjadi Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau. Akibatnya, ibu jari tangan korban sebelah kanan putus.

Peristiwa penganiayaan berat tersebut terjadi pada, Kamis (25/10/2018) malam, sekira pukul 20.00 WIB di Jalan Wajib Senyum, Kota Pangkalan Kerinci.

"Korban bernama Afrina Rosa (33) menderita lima luka bacok di bagian kepala sebelah kanan serta ibun jari tangan kanan putus, akibat sabetan parang pelaku berinisial BJS (35), kakak kandung pelaku," kata Kapolres Pelalawan, AKBP Kaswandi Irwan, Jumat (26/10/2018).

Diterangkannya, peristiwa tersebut diketahui oleh pelapor yang merupakan orang tua kandung korban dan pelaku, saat pelapor sedang berada di rumah tepatnya di ruang tengah.

"Tiba-tiba pelapor mendengar suara ribut dan menjerit minta tolong dari arah ruangan dapur rumah," ungkapnya.

Lanjut Kapolres, pada saat itu pelapor langsung berlari ke arah dapur dan melihat korban dalam posisi telah terduduk di lantai dengan kondisi bersimbah darah. Sementara pelaku sedang berdiri sambil memegang parang di tangan kanannya sambil membentak korban.

"Kemudian pelaku langsung pergi meninggalkan korban dan rumah. Kemudian orang tua kandung dari pelaku dan korban langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Pangkalan Pangkalan Kerinci guna pengusutan lebih lanjut," jelasnya kepada GoRiau. ***

wwwwww