Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
13 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
17 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
12 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
19 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
19 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Badminton

Capai Produktivitas Kebun Tertinggi, Petani Sawit Swadaya di Petapahan Ini Raih Penghargaan di IPOC 2018

Capai Produktivitas Kebun Tertinggi, Petani Sawit Swadaya di Petapahan Ini Raih Penghargaan di IPOC 2018
Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo menyerahkan penghargaan kepada Bendahara Asosiasi Petani Sawit Swadaya Petapahan Maju Bersama, Afrizal Koto (kiri) pada acara 14th IPOC 2018 di Bali (29/10).
Selasa, 30 Oktober 2018 08:31 WIB
BALI - Asosiasi Petani Sawit Swadaya Petapahan Maju Bersama meraih penghargaan kategori Produktivitas Kebun KUD / Asosiasi Petani yang diserahkan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, pada pembukaan acara 14th Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) di Bali International Convention Center, siang ini (29/10/2018).

Asosiasi Petapahan Maju Bersama menjadi asosiasi petani dengan produktivitas kebun tertinggi pada kompetisi yang melibatkan KUD dan asosiasi petani sawit dari seluruh Indonesia. Dengan umur tanaman 9 hingga 10 tahun dan rotasi panen 3 kali sebulan, kebun asosiasi petani Asosiasi Petapahan Maju Bersama yang seluruhnya menggunakan bibit Topaz sejak tahun 2008 ini mampu mencapai hasil rata-rata 22,16 ton/Ha/tahun pada masa penilaian Januari-September 2018, dengan perkiraan produktivitas di akhir tahun mencapai 30 ton/Ha/tahun.

H. Suher, Ketua Asosiasi Petapahan Maju Bersama menyampaikan hal ini menjadi dukungan bagi seluruh anggota asosiasi untuk semakin meningkatkan produktivitas kebun petani. “Keberhasilan ini kami terima karena usaha seluruh anggota yang menerapkan praktik terbaik dalam merawat dan mengelola tanaman, yang kami terima dan pelajari dari program kemitraan bersama perusahaan,” ujar H. Suher.

Asosiasi Petapahan Maju Bersama yang berlokasi di Desa Petapahan, Riau merupakan asosiasi petani sawit swadaya yang telah bermitra dengan Asian Agri sejak tahun 2014 dan beranggotakan 129 KK petani yang mengelola 361 Ha kebun kelapa sawit.

Selain produktivitas kebun, kondisi kebersihan kebun dan rotasi panen menjadi aspek yang turut dinilai dalam ajang perlombaan yang diselenggarakan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Pusat.

“Melalui penghargaan ini kami juga berharap dapat mengajak rekan-rekan petani lainnya untuk dapat memperoleh keberhasilan yang sama, seperti yang kami dapatkan melalui program kemitraan,” ujar H. Suher.

Head of Partnership Asian Agri, Pengarapen Gurusinga, mengungkapkan kemitraan bersama petani sudah seharusnya menempatkan kesejahteraan petani sebagai yang utama. “Penghargaan yang diterima oleh Asosiasi Petapahan Maju Bersama menjadi salah satu contoh pencapaian positif dalam program kemitraan antara petani dan perusahaan yang selalu berfokus pada peningkatan kesejahteraan petani serta aspek keberlanjutan dalam pengelolaan kelapa sawit,” ujar Gurusinga.

Sekilas Mengenai Asian Agri

Asian Agri merupakan salah satu perusahaan swasta nasional terkemuka di Indonesia yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO) sejak tahun 1979. Hingga kini Asian Agri mengelola 100.000 hektar kebun kelapa sawit dan mempekerjakan 25.000 orang.

Sebagai perintis program Pemerintah Indonesia Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans), Asian Agri telah bermitra dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi yang mengelola 60.000 hektar kebun kelapa sawit, serta membina kemitraan dengan petani swadaya untuk membawa dampak positif terhadap kesejahteraan dan peningkatan ekonomi petani.

Dengan menerapkan kebijakan tanpa bakar dan praktik pengelolaan kebun secara berkelanjutan, Asian Agri membantu petani mitra untuk meningkatkan produktifitas, hasil panen, kemamputelusuran rantai pasok, sekaligus mendukung mereka memperoleh sertifikasi. Pabrik Asian Agri menerapkan teknologi terbaik memanfaatkan energi hijau yang dihasilkan secara mandiri, dalam rangka meminimalisasi emisi gas rumah kaca.

Lebih dari 86% dari perkebunan inti Asian Agri di Provinsi Sumatra Utara, Riau & Jambi serta 100% perkebunan petani plasma di Provinsi Riau & Jambi telah bersertifikat RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). Pada saat yang sama, ISCC (International Sustainability & Carbon Certification) telah dicapai oleh seluruh kebun baik yang dimiliki oleh Asian Agri maupun petani binaannya. Lebih dari 91% perkebunan dan pabrik kelapa sawit Asian Agri telah mendapatkan sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).

Keberhasilan Asian Agri menjadi salah satu perusahaan terkemuka CPO telah diakui secara internasional dengan sertifikasi ISO 14001 untuk semua operasinya. Learning Institute di Pelalawan, Riau, serta pusat pembibitan di Kampar, Riau, juga telah bersertifikat ISO 9001. Selain itu, pusat penelitian dan pengembangan Asian Agri di Tebing Tinggi juga telah memperoleh sertifikasi oleh International Plant - Analytical Exchange di lab WEPAL di Wageningen University di Belanda, untuk standar yang tinggi. (rls)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Ekonomi, Riau, PON, Badminton
wwwwww