Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Empat Pulau di Riau Terancam Tenggelam, DPR: Kedaulatan dan Keamanan Nasional Terancam
Lingkungan
19 jam yang lalu
Empat Pulau di Riau Terancam Tenggelam, DPR: Kedaulatan dan Keamanan Nasional Terancam
2
Pandemi Masih Berlangsung, Senayan Ingatkan soal Geopolitik
DPR RI
23 jam yang lalu
Pandemi Masih Berlangsung, Senayan Ingatkan soal Geopolitik
3
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
DPR RI
7 jam yang lalu
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
4
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
DPR RI
8 jam yang lalu
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
5
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
Pemerintahan
7 jam yang lalu
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
6
Telkomsel 'Mentahkan' Keluhan Denny Siregar soal Kebocoran Data
Peristiwa
20 jam yang lalu
Telkomsel Mentahkan Keluhan Denny Siregar soal Kebocoran Data
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Satu Rumah di Kawasan Padat Penduduk Selatpanjang Ludes Dilalap Api

Satu Rumah di Kawasan Padat Penduduk Selatpanjang Ludes Dilalap Api
Selasa, 30 Oktober 2018 07:36 WIB
SELATPANJANG - Kawasan pemukiman padat penduduk di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menjadi sasaran amuk si jago merah. Kali ini kebakaran yang terjadi, Ahad (28/10) sekitar pukul 20.00 WIB malam menghanguskan satu unit rumah milik Kaswadi (63) di Gang Buntu, Jalan Kencana ujung, Rintis, Selatpanjang Selatan, Kecamatan Tebing Tinggi.

Menurut Kaswadi, saat api membesar dirinya sedang tidak berada di rumahnya. Sehingga ia belum tahu sumber api yang menghanguskan rumahnya tersebut. Untungnya anak dan istri Kaswadi sudah diselamatkan warga.

“Ketika api membesar saya tidak di rumah. Untungnya anak dan istri bisa diselamatkan oleh warga. Sedangkan hampir semua isi rumah habis terbakar, termasuk surat tanah dan KTP saya,” ungkapnya.

Menurut Kaswadi, kerugian atas musibah kebakaran yang menghanguskan rumah papan tersebut diperkirakan mencapai Rp100 juta. Beberapa barang sempat diselamatkan warga sebelum dilalap api.

“Kerugian diperkirakan hampir Rp100 juta. Beberapa barang saat diselamatkan oleh warga. Kami tidak tahu harus bagaimana setelah ini, mudah-mudahan ada bantuan untuk meringankan beban kami,” harapnya.

Sementara itu Kepala BPBD Kepulauan Meranti, Edy Afrizal mengatakan pihaknya menurunkan dua unit mobil pemadam dan 30 orang personel untuk memadamkan api. Pemadaman baru tuntas sekitar 1 Jam kemudian dibantu oleh warga dan pihak lainnya.

“Saat terjadi kebakaran kami langsung menurunkan personel pemadam. Diduga kebakaran terjadi karena korsleting arus listrik,” ungkapnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:riaupos.co
Kategori:GoNews Group, Riau, Peristiwa

wwwwww