Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
11 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
17 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
9 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
7 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
6
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Sepakbola
6 jam yang lalu
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Home  /  Berita  /  Badminton

BBKSDA: Buaya yang Muncul di Sungai Siak Pekanbaru Ada Dua, Satu Besar dan Satunya Lagi Kecil

BBKSDA: Buaya yang Muncul di Sungai Siak Pekanbaru Ada Dua, Satu Besar dan Satunya Lagi Kecil
Rabu, 31 Oktober 2018 19:00 WIB
PEKANBARU - Warga di pinggiran Sungai Siak, tepatnya di Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, kembali dihebohkan dengan kemunculan sosok diduga buaya yang tengah menyantap mangsanya. Kemunculan buaya ini sudah beberapa kali dilaporkan sehingga memaksa petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau kembali ke sungai untuk mengecek kebenarannya, Rabu (31/11/2018).

Berangkat sejak pagi dan keluar sungai pada siangnya, petugas tidak ada menemukan tanda-tanda kehadiran buaya. Petugas hanya melihat foto-foto yang sempat diabadikan warga sekitar ketika pemangsa puncak di air itu muncul.

Kepala Bidang II BKSDA Riau, Heru Sutmantoro menyebut, dirinya sudah menemui Fatahullah, saksi mata di lokasi sekaligus pemilik pemancingan di sana. Saksi ini menyebut buaya muncul pukul 10.00 WIB.

"Beberapa hari lalu katanya, tadi dilihatkan fotonya dan ternyata memang benar itu buaya," kata Heru, Rabu siang.

Menurut Heru, setelah mengumpulkan informasi dari warga, ada dua buaya yang muncul dalam waktu berbeda. Satu berukuran besar, satunya lagi kecil, dan diduga jenisnya berbeda.

"Dugaannya sinyulong, satunya lagi buaya muara yang ukurannya cukup besar," kata Heru.

Sinyulong, sebut Heru, biasanya memangsa ikan dengan ciri khusus warna kehitaman. Sementara buaya muara memangsa apa saja di sungai, dengan ciri khusus bewarna kecokelatan.

Analisa dari Heru, kemunculan buaya di sana karena adanya peternakan di pinggir sungai. Kulit kambing yang tidak digunakan ada yang dibuang ke sungai sehingga memancing kehadiran buaya.

Faktor lainnya, tambah Heru, karena naiknya air Sungai Siak dan perubahan suhu yang cukup drastis saat ini. Buaya selalu mencari suhu yang dapat menyejukkan dan memanaskan suhu badannya.

"Air pasang selalu memancing kehadiran buaya dari hulu dan hilir untuk mencari lokasi yang nyaman. Apalagi cuaca juga membuat suhu air tidak menentu," sebut Heru.

Biasanya, tambah Heru, buaya selalu ke darat untuk berjemur dan mencari lokasi sepi. Hanya saja sekarang ini, sudah sulit ditemukan lokasi sepi di tepian Sungai Siak karena selalu ada warga beraktivitas.

Sejauh ini, BBKSDA Riau belum memutuskan apakah mengevakuasi buaya ini. Menurut Heru, penangkapan buaya perlu beberapa kajian mendalam melihat seberapa jauh ancamannya terhadap masyarakat.

"Sampai sekarang belum ada rencana evakuasi karena masyarakat di sana memang sudah biasa dengan kemunculan buaya," sebut Heru.

Meski demikian, Heru menghimbau masyarakat di lokasi kemunculan buaya itu agar mengurangi aktivitas di sungai. Terutama warga yang sering mandi ataupun mencuci pakaian. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:kumparan.com
Kategori:Olympic, Riau, Badminton
wwwwww