Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
14 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
17 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
13 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
19 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
19 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Badminton

Kejari 'All Out' Bantu PAD Kuansing, WP Besar Jadi Target

Kejari All Out Bantu PAD Kuansing, WP Besar Jadi Target
Kasi Datun Carlo Lumban Batu didampingi Kasi Intel Kicky Arityanto saat menggelar jumpa pers, Selasa (13/11/2018).
Selasa, 13 November 2018 14:05 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuantan Singingi (Kuansing) 'all out' dalam membantu Kuansing, Riau untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bahkan, Kejari Kuansing sudah mempersiapkan jurus ampuhnya.

"Kemaren kita sudah dengar pemaparan dari Kepala Bapenda Kuansing. Dari situ, kita tahu permasalahan yang dihadapi pemerintah dalam peningkatan PAD," ujar Kajari Kuansing Hari Wibowo melalui Kasi Datun Carlo Lumban Batu didampingi Kasi Intel Kicky Arityanto, Selasa (13/11/2018) siang di Telukkuatan.

Dari pemaparan Bapenda Kuansing, lanjut Carlo, akan dilakukan MoU antara Bapenda, DPMPTSP dan Satpol PP dengan Kejari Kuansing. Setelah itu, akan dibentuk forum interaksi pajak.

"Dinas Perizinan atau DPMPTSP akan mengeluarkan izin. Kemudian, Bapenda akan mengutip. Jika tidak dapat, maka Satpol PP yang akan menegakkan Perda. Lantas, dimana peran Kejari Kuansing?" ujar Carlo.

"Nah, setelah MoU akan ada tim. Setiap tiga bulan sekali, akan ada evaluasi. Target kita bukan Wajib Pajak (WP) yang kecil ya, tapi WP besar yang tidak taat pajak," tambah Carlo.

Carlo menyatakan, Kejari Kuansing akan bergerak bersama pemerintah untuk mengejar WP besar yang tidak taat pajak. Sehingga, apa yang menjadi kewajiban dari WP terlaksana dan PAD Kuansing meningkat.

"Seperti perusahaan-perusahaan besar. Mereka ngambil sumber daya alam kita, tapi tak ada kontribusi untuk kita. Kadang SDM-nya entah dari mana. Inilah yang menjadi target kita," kata Carlo.

"Program ini bukan untuk sesaat, tapi akan berkesinambungan sampai masa yang akam datang," tambah Carlo mengakhiri. ***

Kategori:Voli, Riau, Badminton
wwwwww