Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
18 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
4
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
16 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton

Ditembak, Jambret di Pekanbaru Ini Ngaku Hasilnya untuk Main Judi Online

Ditembak, Jambret di Pekanbaru Ini Ngaku Hasilnya untuk Main Judi Online
Ilustrasi (int)
Selasa, 27 November 2018 20:52 WIB
Penulis: Rizki Ganda Sitinjak
PEKANBARU - Pengaruh judi online ternyata sangat luar biasa untuk sebagian orang. Terbukti, pelaku penjambretan yang menyebabkan korbannya kritis di Pekanbaru ini, mengaku hasil kerjanya untuk bermain judi online jenis Poker.

Motif ini diketahui setelah DR (21) ditangkap tim buser Polresta Pekanbaru. ''Hasilnya untuk bermain judi poker,'' ujar DR saat dihadirkan pada jumpa pers di Mapolresta Pekanbaru, Selasa (27/11/2018).

Polresta Pekanbaru menyebutkan selain DR, polisi juga mengamankan rekan pelaku, FF (18). Aksi mereka menyebabkan seorang karyawati mengalami luka serius yang saat ini masih terbaring di RSUD.

Dalam keterangan Polres, dalam aksi itu, DR bertugas merampas benda berharga yang jadi sasarannya, dan saat itu adalah Dewi Arini. Bahkan saat itu DR tahu jika korbannya terjatuh dari sepeda motor.

DR mengaku telah melakukan aksinya sebanyak 9 kali dengan lokasi yang berbeda yaitu di Stadion, Garuda Sakti, Jalan SM Amin, dan depan terminal AKAP.

Untuk diketahui, DR dilumpuhkan oleh timah panas di kaki kanannya sebanyak dua kali. Selain dirinya, polisi juga membekuk Fikkri Fallah(18) yang berperan sebagai pembawa sepeda motor (Joki). Sementara itu, korban, Dewi masih terbaring di RSUD dan tak sadarkan diri. Tulang bahu kanannya juga patah setelah terpental keras ke aspal. ***

wwwwww