Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
20 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
15 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
14 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
13 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
18 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
20 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Badminton

Kunjungan Mantan Jaksa Agung Bukti Chuck Disayangi Pimpinannya

Kunjungan Mantan Jaksa Agung Bukti Chuck Disayangi Pimpinannya
Mantan Jaksa Agung Basrief Arief
Selasa, 27 November 2018 19:16 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Gedung Kejaksaan Agung tampak beda dari seperti biasanya pada Selasa, 27 November 2018. Mantan Jaksa Agung Basrief Arief, mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus M Ramlan dan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Suyoto turun gunung berkunjung ke institusi yang membesarkan nama mereka.

Namun siapa sangka, bukannya menemui Jaksa Agung M Prasetyo, ketiganya justru menjenguk jaksa senior Chuck Suryosumpeno di Rumah Tahanan cabang Salemba di Kejagung.

Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar pun mengomentari kunjungan nostalgia antara anak buah dan mantan pimpinannya tersebut. "Momen ini membuktikan Chuck memang disayangi oleh para mantan pimpinannya," kata Haris di Jakarta, Selasa 27 November 2018.

Haris pun mengungkapkan, sebelum pertemuan tersebut diketahui para mantan pimpinan tertinggi Kejaksaan itu telah berdiskusi dan membedah kasus yang dihadapi Chuck. "Hasilnya membuat mereka kaget karena sama sekali tidak ada unsur yang bisa menyeret Chuck ke ranah pidana," kata dia.

Bahkan, kata Haris, mereka menilai kejadian ini merupakan preseden terburuk dalam sejarah Kejaksaan yang tidak boleh terulang lagi di masa depan.

Ia pun meyakini jika rezim Jaksa Agung M Prasetyo, mematikan kreatifitas para jaksa. "Alhasil telah terjadi demoralisasi di tubuh korps Adhyaksa. Para jaksa jadi takut melangkah dan menyuarakan kebenaran serta hanya membentuk generasi penjilat asal pimpinan senang saja,” tegasnya. ***

wwwwww