Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
10 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
16 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
8 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
6 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
6
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Sepakbola
5 jam yang lalu
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Home  /  Berita  /  Badminton

Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Batang, Didominasi Ibu Rumah Tangga dan PSK

Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Batang, Didominasi Ibu Rumah Tangga dan PSK
Ilustrasi.
Senin, 03 Desember 2018 11:01 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BATANG - Data Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Jawa Tengah, selama Januari hingga akhir Oktober 2018 tercatat sebanyak 75 warga setempat terinfeksi virus "Acquired Immune Deficiency Syndrome".

Virus tersebut juga mengakibatkan 10 orang diantaranya meninggal dunia. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hidayah Basbeth melalui siaran persnya Minggu (2/12) mengatakan, meski sudah merenggut nyawa, jumlah penderita AIDS ini terus mengalami penurunan jika dibanding tahun sebelumnya yakni 2017 sebanyak 165 kasus dengan jumlah korban 20 meninggal dunia.

"Adapun, jumlah penderita AIDS ini lebih didominasi ibu rumah tangga (RT) dengan rata-rata usia produktif dan disusul para pekerja seks komersial," katanya saat acara Konferensi Pers di kantor Bagian Humas Pemkab Batang.

Ia mengatakan untuk menekan angka penderita HIV/AIDS ini, Dinas Kesehatan terus melakukan pencegahan dengan rutin mendatangi tempat lokalisasi untuk melakukan pemeriksaan pada PSK dan disertai sosialisasi.

"Kami terus gencar berupaya terus menurunkan angka penderita HIV/AIDS, melakukan pencegahan dengan rutin mendatangkan para medis puskesmas di daerah lokalisasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap warga dan PSK," katanya.

Kendati demikian, kata dia, Dinas Kesehatan terkadang terkendala dengan kesadaran masyarakat di tempat lokalisasi karena mereka masih enggan memeriksakan kesehatan diri ataupun sekadar melakukan cek HIV.

"Kendala yang kami hadapi adalah masih banyak masyarakat yang tidak mau diperiksa kesehatan secara gratis. Kami tidak boleh memaksa mereka untuk diperiksa," katanya. ***

wwwwww