Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
8 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
13 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
5 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
7 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
6
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Hukum
7 jam yang lalu
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Home  /  Berita  /  Badminton

Awasi Jajanan Anak, BBPOM Pekanbaru Bagikan Alat Uji Cepat Makanan dan Lakukan Pembinaan ke 500 Sekolah

Awasi Jajanan Anak, BBPOM Pekanbaru Bagikan Alat Uji Cepat Makanan dan Lakukan Pembinaan ke 500 Sekolah
Rabu, 05 Desember 2018 14:20 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Pengawasan keamanan pangan di lingkungan sekolah harus lebih diperketat. Sebab, pengawasan dan tingkat keamanan jajanan di lingkungan sekolah masih sangat rentan.

Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru, M Kashuri mengatakan, bahwa BBPOM dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah berkomitmen untuk melakukan pengawasan terhadap jajan anak sekolah sejak tahun 2011 lalu.

"Bimbingan teknis (Bimtek) terkait pangan aman ini sudah kita lakukan terhadap pengelola kantin, komunitas sekolah, hingga orang tua murid. Semua kita ajari supaya jadi pengawas pangan dan alat uji cepat bahan makanan berbahaya," kata Kashuri di Pekanbaru, Rabu (5/12/2018).

Hingga sejauh ini, lanjut Kashuri, pihaknya sudah melakukan pembinaan terhadap 500 sekolah di wilayah Riau. Pembinaan ini sendiri dimulai dengan melakukan monitoring dan inspeksi mendadak (Sidak) ke kantin sekolah.

"Kita telusuri, setiap sidak pasti kita cek pangan yang di jual di sekolah tersebut. Kalau ada yang tidak aman, kita akan peringatkan pedagang dan sekolahnya," ujarnya.

Kendati demikian, ia mengakui bahwa pihaknya masih kesulitan dalam mengawasi jajanan yang berada di luar area sekolah.

"Kantin yang berada di dalam sekolah bisa kita awasi, tapi kalau yang diluar ini memang susah. Makanya kita minta sekolah betul-betul melakukan pengawasan, karena tidak semua bisa diawasi oleh pemerintah," tuturnya. ***

Kategori:Umum, Riau, Badminton
wwwwww