Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
21 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
16 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
15 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
14 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
19 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
14 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton
Liga 2 2018

Makna Baju Bertuliskan Aga Bagi Seto Nurdiyanto

Makna Baju Bertuliskan Aga Bagi Seto Nurdiyanto
Rabu, 05 Desember 2018 18:51 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BOGOR - Ada sesuatu yang ganjil dari baju yang dikenakan pelatih PSS, Seto Nurdiyantoro, selama pertandingan final Liga 2 2018 melawan Semen Padang FC. Dalam pertandingan di Pakansari, Selasa, 4 Desember 2018, Ia mengenakan baju PSS dengan nomor punggung 88 bernama A. Permana. 

Nama itu merujuk kepada Aga Permana, pemain yang sedianya dipinjam PSS mulai babak 8 besar dari PSIM. Rival seprovinsi PSS. 

Tapi pada akhirnya peminjaman Aga Permana kandas di tengah jalan, saat si pemain sudah ikut berlatih selama beberapa hari. Aga Permana memilih pensiun dari sepak bola di usia yang masih muda.

Pilihan pensiun diambil Aga Permana karena ada situasi yang tidak mengenakkan di kalangan suporter. Agar tidak menjadi polemik yang panjang, Aga Permana memutuskan pensiun.

"Karena saya, dia pensiun. Saya merasa bertanggung jawab. Saat itu saya juga minta manajemen PSS jangan mencoret namanya dari pendaftaran pemain. Bagaimanapun dia tetap bagian dari PSS," kata Seto Nurdiyantoro.

"Aga punya cita-cita dan janji kepada almarhum ayahnya kalau ingin membawa tim dari Jogja ke Liga 1. Jadi, saya ingin mewujudkan cita-cita dia. Gelar juara dan promosi ke Liga 1 ini untuk Aga, keluarganya, dan almarhum ayahnya," tambah Seto Nurdiyantoro.***

wwwwww