Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
20 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
15 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
14 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
17 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
12 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
19 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Riau

Debat Capres, Idris Laena: Jawaban Pasangan Nomor Satu Lebih Realistis

Debat Capres, Idris Laena: Jawaban Pasangan Nomor Satu Lebih Realistis
Idris Laena
Kamis, 17 Januari 2019 23:34 WIB
Penulis: Nyimas Naima Azzahra
PEKANBARU - Politisi Partai Golkar, Idris Laena menilai, jawaban yang diberikan pasangan capres cawapres nomor urut 01, Jokowi - Ma'ruf lebih realistis, sehingga mudah dilaksanakan.

Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi - Ma'ruf di Riau ini mengatakan, dari sesi pertanyaan pertama dan kedua, sudah terlihat bahwa jawaban pasangan nomor 01 lebih implementatif dibandingkan pasangan nomor urut 02, Prabowo - Sandi.

"Bukan hanya karena saya ketua TKD Jokowi, tapi sebagai warga negara juga. Saya melihat jawaban dari pasangan 01, Jokowi - Ma''ruf lebih realistis. Lebih implementatif dari pasangan 02 yang menurut saya lebih banyak narasi yang sifatnya baru menduga," katanya disela-sela acara nobar debat capres cawapres di Gedung Laena Center, Kota Pekanbaru, Kamis (17/1/2019) malam.

Sebagai contohnya, ia menyebutkan, saat kedua pasangan calon (Paslon) menjawab pertanyaan soal hukum.

"Misalnya, masalah tumpang tindih peraturan daerah (Perda), pasangan 02 menyatakan akan mengatasinya dengan melibatkan pakar-pakar. Padahal dalam prosedur penyusunan hukum kita, pakar itu dilibatkan ketika hukumnya akan disusun," papar politisi asal Indragiri Hilir (Inhil) tersebut.

Sementara, lanjut Idris, yang dimaksudkan pertanyaan tadi itu ialah situasi ketika DPR RI membuat undang-undang, tetapi DPRD di provinsi maupun kabupaten juga membuat Perda yang sama.

"Itulah tumpang tindih Perda. Nah, Pak Jokowi kan menyatakan, perlu adanya pusat legislasi nasional yang mengharmonisasi. Jadi ketika pusat buat peraturan, dan daerah juga buat, maka harus diharmonisasikan oleh pusat legislasi nasional," tutupnya. ***

Kategori:Riau, Metropolitan
wwwwww