Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Badminton
Bulutangkis Indonesia Masters 2019

Anthony: Saya Sudah Coba Segala Cara

Anthony: Saya Sudah Coba Segala Cara
Jum'at, 25 Januari 2019 23:20 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Tunggal putra andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting tampil antiklimaks di babak perempat final Indonesia Masters 2019. Bermain di Istora GBK Jakarta, Jumat, 25 Januari 2019, Anthony dikalahkan pemain rangking satu dunia, Kento Momota (Jepang), 9-21, 10-21.

Tak seperti laga sebelumnya melawan Momota, kali ini Anthony tak dapat mengembangkan permainannya. Tak hanya dari segi pertahanan, menurutnya kali ini Momota juga lebih unggul dari serangan.

“Momota tidak mudah dimatikan, dan tidak mudah membuat kesalahan sendiri. Saya sudah coba segala cara, inisiatif menyerang dulu, percepat tempo permainan, tapi tidak dapat kesempatan bola belakang untuk dismash,” kata Anthony.

“Saya juga sudah mecoba untuk main defense untuk menguras tenaga lawan, tapi dia lebih siap, akurasi bolanya bagus, saya sudah menekan, tapi tidak berhasil. Kalau soal beban sih tidak, malah saya mau enjoy, tapi Momota memang tidak mudah ditembus,” jelas Anthony.

“Kalau dibilang kalah kelas sih enggak ya. Kalau kalah di permainan net bukan kalah kelas, dia sudah membaca saja, pukulan saya dia pelajari. Ekspektasi saya dia bermain lambat seperti saya lihat di video pertandingan dia sebelumnya, tapi hari ini dia inisiatif menyerang,” jelas Anthony saat menjawab pertanyaan media.

Meskipun kecewa tak dapat mempertahankan gelar yang diraih tahun lalu, namun ia tetap bersyukur akan hasil yang ia dapat di kejuaraan ini.

“Tentunya ingin pertahankan gelar, tapi namanya pertandingan, ada yang menang ada yang kalah. Momota memang musuh bebuyutan saya, sekarang head to head saya tambah jauh, masih banyak yang perlu saya evaluasi,” tutur Anthony.

Dengan kekalahan Anthony, maka sektor tunggal putra Indonesia menyisakan Jonatan Christie di babak semifinal. ***

wwwwww