Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
17 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton

Kapolri Sebut Laporan Tabloid Indonesia Barokah Sedang Dipelajari

Kapolri Sebut Laporan Tabloid Indonesia Barokah Sedang Dipelajari
Selasa, 29 Januari 2019 19:51 WIB
JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pihaknya sedang mempelajari penerbitan dan peredaran tabloid Indonesia Barokah yang diprotes kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Tito menegaskan Polri tak ingin tergesa-gesa mengambil keputusan atas kemunculan tabloid tersebut.

"Sedang dipelajari. Saya tidak mau mengambil keputusan. Sedang dipelajari oleh dari jajaran Polri yang terkait, baik yang hukum," ujar Tito usai Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri di Auditorium STIK-PTIK, Jalan Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (29/1/2019).

Menurut Tito, Bareskrim sedang memproses laporan dari pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga. Polri akan tetap berkoordinasi dengan Dewan Pers dan ahli untuk melakukan analisa.

"Bareskrim kan ada juga laporan di sana. Nanti kami akan koordinasi dengan Dewan Pers, kemudian akan koordinasi saksi-saksi ahli, baru nanti kita putuskan," ujar Tito.

Beredarnya tabloid Indonesia Barokah disesalkan BPN Prabowo-Sandiaga. Konten tabloid tersebut dinilai memojokkan paslon dan BPN telah membuat laporan di Bareskrim, dengan harapan polisi menyelidiki asal-usul tabloid tersebut.

Bawaslu sebelumnya mengkaji konten tabloid Indonesia Barokah. Hasilnya, tidak ditemukan pelanggaran pemilu dalam tulisan yang dimuat tabloid tersebut.

Dewan Pers juga sudah memeriksa legalitas redaksi serta konten 'Indonesia Barokah'. Dewan Pers menyatakan tabloid itu bukan keluaran perusahaan pers, kontennya tak berimbang dan alamat redaksinya palsu.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:detik.com
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww