Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
23 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
18 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
17 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
16 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
21 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
22 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Badminton

Tiket Mahal, Jumlah Penumpang di Bandara Minangkabau Merosot Sampai 3 Ribu Lebih Tiap Hari

Tiket Mahal, Jumlah Penumpang di Bandara Minangkabau Merosot Sampai 3 Ribu Lebih Tiap Hari
Suasana BIM sepi penumpang hari ini, Selasa (29/1). (foto: ist/jawapos.com)
Selasa, 29 Januari 2019 20:42 WIB

PADANG - Pergerakan pesawat dan penumpang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sumatera Barat (Sumbar) masih sepi. Hal ini terjadi sejak airlines yang hampir seluruhnya memberlakukan tarif batas atas tiket pesawat.

Kondisi ini juga diperparah menyusul pemberlakuan bagasi berbayar oleh maskapai Lion Air.

Executive General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) Cabang BIM, Dwi Ananda Wicaksana mengatakan, sejak 1-21 Januari, BIM membatalkan sebanyak 467 penerbangan (datang dan berangkat).

"Dibandingkan tahun lalu, pergerakan pesawat turun 20 persen. Sedangkan pergerakan penumpang turun sampai 25-30 persen," kata Dwi Ananda Wicaksana, Selasa (29/1/2019) sebagaimana dilansir JawaPos.com.

Menurut Dwi, pemberlakuan tarif dasar atas pesawat dan bagasi berbayar Lion Air tidak saja dirasakan penumpang. Namun, juga berdampak terhadap pengelola bandara. Terutama dari segi pendapatan aero maupun non aero.

"Kondisinya juga dirasakan perusahaan moda transportasi darat di BIM yang penumpangnya juga menurun," katanya.

Humas PT Angkasa Pura II Cabang BIM, Fendrick Sondra menambahkan, sampai hari ini, pergerakan penumpang dan pesawat di BIM masih terbilang landai. Dalam sehari, pengunjung BIM berkisar di angka 7 ribu penumpang.

"Sebelum Januari, di angka 11 ribu sampai 12 ribu (penumpang sehari), malahan saat puncaknya bisa tembus 15 ribu," kata Fendrick.

Di sisi lain, PT Angkasa Pura II (Persero) melalui BOD, Kantor Pusat, Divisi dan Kantor Cabang juga terus melakukan perbaikan menyeluruh. Secara internal, pihaknya melakukan evaluasi menyeluruh, lalu dilanjutkan dengan penetapan strategi dan program yang diantaranya kajian untuk optimalisasi slot. Strategi pemasaran rute baru atau upaya penambahan rute eksisting.

Intuk ekternal, pihak BOD dan manajemen juga telah melakukan pertemuan dan pembahasan mendalam dengan regulator, para airlines, termasuk Dinas dan pihak terkait lainnya. Tujuannya untuk mencari solusi agar kondisi penurunan penumpang ini tidak semakin parah.

"Semoga kondisi ini segera berlalu. Karena dampaknya sangat masif dan efeknya terasa sampai ke masyarakat Sumbar," tutup GM PT Angkasa Pura II Cabang BIM, Dwi Ananda Wicaksana. (jawapos.com)

Editor:arie rf
Sumber:JawaPos.com
Kategori:Badminton, Olympic, Ekonomi, Sumatera Barat
wwwwww