Loading...    
           

Dipolisikan, Cie-cie... Ketua KPU Cium Tangan OSO

Dipolisikan, Cie-cie... Ketua KPU Cium Tangan OSO
Ketua KPU, Arief Budiman terlihat menunduk dan cium tangan OSO. (istimewa)
Rabu, 13 Februari 2019 00:06 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ada momen yang tidak biasa saat acara 40th Anniversary of The Victory of the Islamic Revolution of Iran di Bali Room Hotel Indonesia Kempinski, Senin (11/2).

Acara yang dihadiri sejumlah pejabat itu, terlihat Ketua KPU Arief Budiman menyalami Ketua Umum Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) sambil menunduk.

Foto kejadian itu pun viral di group-group Whatsapp termasuk dikalangan wartawan.

Di dalam foto tersebut, tak hanya OSO, sapaan Oesman Sapta Odang dan Arif Budiman, tapi terlihat juga Menteri ATR Sofyan Djalil, dan Mantan Menteri Agama Alwi Shihab.

Menanggapi foto yang beredar di kalangan wartawan itu, Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mengaku kecewa dengan sikap Ketua KPU Arif Budiman yang menunduk dan mencium tangan Oesman Sapta Odang.

Menurut Lucius, harusnya Arif Budiman bisa menjaga wibawa marwah lembaga di hadapan peserta pemilu.

Apalagi, kata Lucius, saat ini KPU dengan Oesman Sapta tengah dilanda masalah hukum di Kepolisian. 

"Saya kira sebagai penyelenggara pemilu Ketua KPU memang mesti terlihat berwibawa, apalagi dihadapan peserta pemilu seperti Parpol," katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (12/2/2019) malam.

Masih kata Lucius, tata kerama dalam menghormati seseorang tak perlu diekspresikan secara berlebihan.

Hal itu kata dia, agar tidak menimbulkan misinterpretasi. "Membungkuk mungkin bagi sebagian kalangan dimaknai sebagai tanda hormat, tetapi sebagian lain mungkin menilainya berbeda seperti sikap hormat berlebihan," cetusnya.

Untuk diketahui, saat ini pihak KPU dan Oesman Sapta Odang (OSO) tengah dilanda masalah hukum.

Saat ini kasus mereka tengah ditangani Polda Metro Jaya. Pasalnya, KPU dianggap tidak mematuhi putusan Pengadilan Tata Usaha Negara.

Dalam putusan PTUN, KPU diwajibkan mencabut Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPD periode 2019-2024, kemudian kembali menerbitkan lagi dengan memasukkan nama Oesman Sapta Odang dalam DCT Anggota DPD baru.

Dimana Ketua KPU Arief Budiman dan Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi telah diperiksa oleh pihak kepolisian dengan dakwaan tidak pidana berdasarkan ketentuan Pasal 421 joPasal 261 Ayat (1) KUHP lantaran tidak melaksanakan perintah Undang-undang.***


       
        Loading...    
           
wwwwww