Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
19 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
23 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
18 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
20 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
16 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
6
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
18 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Badminton

Fahri Hamzah Usul Komisi II Bentuk Tim Investigasi Petugas KPPS Meninggal

Fahri Hamzah Usul Komisi II Bentuk Tim Investigasi Petugas KPPS Meninggal
Senin, 06 Mei 2019 15:42 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bertemu dengan beberapa dokter untuk membahas banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal karena kelelahan di Pemilu 2019. Fahri meminta Komisi II mendukung pembentukan tim investigasi khusus untuk menelisik kejanggalan dalam kasus tersebut.

"Saya mengusulkan karena mulai hari Rabu (8/5) nanti masa sidang pertama dimulai, Komisi II sebaiknya mendukung dibentuknya tim investigasi khususnya kepada nyawa ya," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/5).

Fahri tidak setuju jika penyelidikan tim investigasi dilakukan dengan cara membongkar kubur dan autopsi jenazah. Dia lebih setuju jika investigasi dilakukan dengan wawancara pihak keluarga mengenai kondisi terakhir korban.

"Untuk menemukan ini ada modus apa jatuhnya korban sampai di atas 500 dengan hari ini yang meninggal dan ribuan yang di rumah sakit. Yang di rumah sakit itu sebaiknya diinvestigasi," ungkapnya.

Dia juga meminta penyelenggara pemilu terbuka dan mengungkap kasus ini secara terbuka. Sehingga tak ada lagi masalah yang ditutup-tutupi.

"Ada gejala apa. Kalau dia pernah difoto sebelumnya dirontgen sebelumnya lihat fotonya apa yang terjadi," ucapnya.

Di tempat yang sama, Dokter Ahli Syaraf Ani Hasibuan, mengaku telah melakukan penyelidikan kebeberapa keluarga yang anggota keluarganya menjadi korban. Penyelidikan itu ia lakukan pada dua keluarga dan satu rumah sakit.

"Jadi dari keluarga kita justru dapat penjelasan. Jadi tak ada jelas disebut cod, cod apa sih cause of death yang jelas tidak ada. Secara medis kami tidak menemukan," kata Ani.

Ani mengungkapkan, tidak ada indikasi kematian yang jelas dari para KPPS. Bahkan, kata dia, ada yang hanya keluhannya bukan keluhan yang berat.

"Keluhan awalnya yang satu masuk kamar mandi. Keluar dari kamar mandi enggak tahu ngapain di kamar mandi. Keluar dari kamar mandi tiduran terus meninggal. Ada yang muntah-muntah dua orang," tandasnya.***

wwwwww