Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pimpin Penangkapan Buronan Nurhadi, Novel Baswedan Jadi Trending
Peristiwa
18 jam yang lalu
Pimpin Penangkapan Buronan Nurhadi, Novel Baswedan Jadi Trending
2
Bamsoet: Sektor Pariwisata Akan Pulih dengan Menerapkan Protokol Kesehatan
Politik
19 jam yang lalu
Bamsoet: Sektor Pariwisata Akan Pulih dengan Menerapkan Protokol Kesehatan
3
Sebelum Kader IMM Bergerak, Ade Armando Diminta Segera Minta Maaf ke Din Syamsuddin
Peristiwa
18 jam yang lalu
Sebelum Kader IMM Bergerak, Ade Armando Diminta Segera Minta Maaf ke Din Syamsuddin
4
Tahun Ajaran Baru, DPR Dukung Pembelajaran Tetap Jarak Jauh
Politik
19 jam yang lalu
Tahun Ajaran Baru, DPR Dukung Pembelajaran Tetap Jarak Jauh
5
Bambang Widjojanto: Meski Mata Novel Baswedan Dirampok, Tapi Berhasil Tangkap Nurhadi
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Bambang Widjojanto: Meski Mata Novel Baswedan Dirampok, Tapi Berhasil Tangkap Nurhadi
6
Fauzi Amro Desak Aparat Penegak Hukum Bongkar Mafia Testil di Bea Cukai
Politik
19 jam yang lalu
Fauzi Amro Desak Aparat Penegak Hukum Bongkar Mafia Testil di Bea Cukai
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Fokus Ramadan dan Nuzulul Qur'an, Bamsoet: Tak Ada Istilah 'People Power'

Fokus Ramadan dan Nuzulul Quran, Bamsoet: Tak Ada Istilah People Power
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo usai buka bersama dengan Jokowi. (GoNews.co)
Senin, 13 Mei 2019 20:20 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Usai menggelar buka bersama dengan Presiden Joko Widodo dan sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara, Bambang Soesatyo kembali menegaskan tidak ada istilah 'People Power'.

Ia juga meminta masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei mendatang. Bambang menyebut tidak ada situasi genting selama proses pemilu.

"Terpenting kita baru saja selesaikan pemilu yang sangat rumit. Pada 22 (Mei) hasil pemilu akan diumumkan, kita harap tanggal itu tidak ada aksi yang melanggar hukum. Kita semua berharap di tanggal yang keramat itu tidak ada aksi-aksi yang mengganggu ketertiban umum," kata Bamsoet di rumah dinasnya, Jl Widya Chandra, Jakarta, Senin (13/5).

Menurutnya, tidak ada situasi genting yang mengharuskan adanya aksi tersebut. Dia meminta para elite untuk sama-sama menjaga situasi agar negara tetap kondusif.

"Isu people power menurut saya tidak ada unsur yang terpenuhi dalam menggulirkan people power. Tidak ada kepentingan memaksa, ekonomi yang krisis, kepemimpinan represif," kata Bamsoet.

Terlebih lagi kata dia, saat ini adalah momen masyarakat harus berdamai, fokus beribadah dan siap-siap menyambut sejarah turunnya Alqur'an atau yang dikenal dengan Nuzulul Qur'an.

Diketahui, para tamu undangan yang hadir dikediaman Bamsoet adalab Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar dan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO), Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menlu Retno LP Marsudi, Jaksa Agung M Prasetyo Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa, Sekjen PPP Asrul Sani, Sekjen NasDem Johny G Plate, dan lainnya.

Hadir juga para Wakil Ketua DPR RI seperti Agus Hermanto, Fahri Hamzah dan Utut Adianto.***


wwwwww