Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
12 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
9 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
17 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
7 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
6 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Badminton

Gerindra Tegaskan Tetap Oposisi

Gerindra Tegaskan Tetap Oposisi
Senin, 15 Juli 2019 19:58 WIB
JAKARTA - Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid menegaskan pernyataan Ketua Umum Prabowo Subianto tidak mengartikan partai berlambang garuda itu berubah haluan menjadi pendukung Presiden Joko Widodo. Kendati, Prabowo bilang siap membantu pemerintah.

Menurut Sodik, Prabowo yang berkewenangan bicara apakah ada tawaran dari Jokowi. Namun, sinyal yang diberikan mantan Danjen Kopassus itu, Gerindra tetap menjadi oposisi.

"Kalau soal tawaran konkretnya yang berhak bicara adalah pimpinan kami. Tapi pimpinan kami juga sudah bilang bahwa kami di luar," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (15/7).

Dia meluruskan pernyataan Prabowo terkait siap membantu pemerintah. Sodik menjelaskan, maksudnya adalah siap bekerjasama membangun bangsa baik di posisi manapun. Kemungkinan bekerjasama pun, Sodik tidak menutup gabung dalam pimpinan di MPR.

"Bekerja samanya kan gitu. Bekerja sama dalam pengertian luas membangun bangsa. Jangan diartikan bekerja sama dalam artian sempit. pokok posisi yang baik adalah bekerja sama demi bangsa. Ya bukan bagi kabinet, bagi rezim," jelasnya.

Bagi Sodik, pertimbangan tidak bergabung dengan pemerintah adalah penolakan oleh para pendukung di akar rumput. Ditambah ada perbedaan visi antara Prabowo dan Jokowi. Terutama visi di bidang ekonomi.

"Ya salah satu pertimbangan (faktor pendukung). Tapi yang lebih mendasar sosl visi. Kami pada visi ini agak beda," kata Sodik.

"Pak Prabowo kan gitu kita ingin jaga kedaulatan ekonomi. kita berkolaborasi dengan asing oke. Tapi jangan membuat mereka kemudian sangat menguasai kita," jelasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww